IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Oleh: Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Kisyani Laksono

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.

Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.

A. Diagnosis dan Penetapan Masalah

Masalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Oleh karena itu, diagnosis masalah hendaknya tidak dilakukan oleh dosen lalu “ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkan tetapi sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. Pada kenyataannya dosen dapat mengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen.

Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. Dosen baru-boleh mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

PANDAI PANDAILAH BERSUKUR

Learning Forum bersama AA Gym

Nikmat dari Tuhan hanya bisa dirasakan sedikit dan sebentar. Kalau terlalu banyak sudah tidak terasa lagi nikmatnya. Contohnya: Makan es krim hanya enak kalau satu gelas… kalau satu drum?
– Nikmat dari Tuhan akan terasa lama apabila kita selalu bersyukur
– Orang yang selalu bersyukur, akan selalu merasakan nikmat Tuhan dan akan selalu merasa bahagia
– Bersyukur itu penting dan mutlak. Tidak bersyukur maka tidak akan bahagia

SYARAT BERSYUKUR
1. Hati tidak merasa memiliki dan tidak merasa dimiliki karena segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah
– Segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan Allah semata dan tidak akan abadi
– Karena semua hanya titipan Allah, sebaiknya tidak bersikap sombong atas apa yang dimiliki
– Orang yang tidak memiliki iman yang kuat biasanya hidupnya sengsara dan mempunyai ciri-ciri: punya banyak menjadi sombong, punya sedikit menjadi minder, melihat orang lain iri hati, mencari rezeki dengan cara yang licik, dan ketakutan kalau kalau apa yang dimilikinya diambil orang lain…
– Makin ingin dipuji, makin ingin dihormati, makin ingin dihargai… maka akan makin sering sakit hati
– Sikap yang baik adalah tidak menganggap diri lebih tinggi dari orang lain
-Apabila ada orang lain yang bersikap sombong dan menghina, kita akan lebih mulia apabila kita menjadi orang yang selalu memaafkan…

2. Apabila diberi nikmat, rajin mengucapkan syukur kepada Allah… Alhamdulillah…Puji Tuhan….
– Supaya rajin memuji nama Tuhan, sering-seringlah melihat ke “bawah”
– Teori Bubur ayam: apabila nasi sudah menjadi bubur… pikirkanlah “bubur ayam spesial”
– Hidup akan bahagia apabila semua masalah yang dihadapi dikembalikan kepada Allah dan tidak dibesar-besarkan
– Segala urusan/masalah harus disikapi secara proporsional, Janganlah mempersulit diri dengan pikiran-pikiran yang negatif
– Boleh memiliki keinginan tapi tidak boleh tersiksa oleh keinginan tersebut
– Hati yang lapang dan banyak bersyukur akan membuat lebih bahagia

3.Orang yang bersyukur adalah orang yang selalu tahu berterima kasih
– “Tidak termasuk orang yang bersyukur kepada Allah, kalau tidak tahu berterima kasih kepada makhluk Allah”
– Termasuk bersyukur apabila senang membalas kebaikan orang lain. Dan tidak bisa membalas kebaikan orang sebelum mengingat kebaikan orang lain
– Sering-seringlah mengingat kebaikan orang dibandingkan mengingat keburukannya

4. Pakailah nikmat yang diperoleh dengan untuk mendekat kepada pemberi nikmat
Cerita tentang tiga orang pengembara yang berkuda pada saat beristirahat kudanya hilang… Raja yang mengetahui kuda mereka hilang mengirimkan kuda yang terbaik lengkap dengan perlengkapannya.
Pengembara X = sibuk menikmati keindahan kuda yang dikirimkan
Pengembara Y = Senang dengan kuda yang diberikan dan berterima kasih kepada Raja
Pengembara Z = Senang dengan kuda yang diberikan, berterima kasih dan menggunakan kuda tersebut untuk medekat kepada Raja

Siapa yang terbaik cara berpikirnya?…. Tentu saja Z. Karena Z mensyukuri nikmat, berterima kasih kepada pemberi nikmat dan menggunakan nikmat yang diterima untuk mendekat kepada pemberi nikmat

Pesan AA Gym…
– Ingatlah dan mendekatlah selalu kepada yang menciptakan kita…
– Tingkatkanlah selalu keinginan dan kemampuan untuk berbuat baik…sebelum ajal menjemput…
– Ingatlah 3 M…
– Mulailah dari yang kecil
– Mulailah dari diri sendiri
– Mulailah dari sekarang