KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Prinsip-prinsip kegiatan belajar-mengajar
Panduan prinsip-prinsip pembelajaran efektif

Pembelajaran efektif berkaitan langsung dengan keberhasilan pencapaian pengalaman belajar
Pembelajaran efektif menguatkan praktek dalam tindakan
Pembelajaran efektif mengintegrasikan komponen-komponen kurikulum inti
Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat membangkitkan kegairahan
Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang pengajaran
Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang siklus pembelajaran
Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknya ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan menemukan bentuk praktek mengajar yang profesional

GURU, PESERTA DIDIK, DAN PEMBELAJARAN

Peran Guru :

  • memperhatikan dan bersikap positif;
  • mempersiapkan baik isi materi pelajaran maupun praktek pembelajarannya;
  • memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswanya;
  • memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru, siswa, serta tugas masing-masing;
  • konsisten dan memberikan umpan balik positif kepada siswa.

Peran Siswa :

  • tertarik pada topik yang sedang dibahas;
  • dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas;
  • merasa aman dalam lingkungan sekolah;
  • terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya;
  • memiliki motivasi;
  • melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan dicapai.

Tugas pembelajaran :

  • spesifik dan dapat dikelola dengan baik
  • kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa
  • secara aktif melibatkan siswa
  • bersifat menantang dan relevan bagi kebutuhan siswa

Variabel-variabel dalam memilih bentuk pembelajaran

Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru menyeleksi model pembelajaran, strategi, dan metode-metode yang akan digunakan. Variabel-variabel tersebut di antaranya :

  • hasil dan pengalaman belajar siswa yang diinginkan;
  • urutan pembelajaran (sequence) yang selaras : deduktif atau induktif;
  • tingkat pilihan dan tanggung jawab siswa (degree);
  • pola interaksi yang memungkinkan;
  • keterbatasan praktek pembelajaran yang ada.

KERANGKA KERJA PENGAJARAN

Kerangka Kerja Pengajaran

Model-model Pembelajaran

  1. Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pendidikan dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran.
  2. Model digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran, metode, keterampilan, dan aktivitas siswa untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten).
  3. Joyce dan Weil (1986) mengidentifikasi empat model yakni (a) model proses informasi, (b) model personal, (c) model interaksi sosial, dan (d) model behavior.

Strategi Pembelajaran

  1. Dalam setiap model terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan.
  2. Menurut arti secara leksikal, strategi adalah rencana atau kebijakan yang
  3. dirancang untuk mencapai suatu tujuan.
  4. Dengan demikian strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  5. Strategi dikelompokkan menjadi strategi langsung (direct), strategi tidak langsung (indirect), strategi interaktif (interactive), strategi melalui pengalaman (experiential), dan strategi mandiri (independent).

Metode-metode Pembelajaran

  1. Metode digunakan oleh guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan menkhususkan aktivitas di mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung.
  2. Biasanya metode digunakan melalui salah satu strategi, tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi, artinya penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.

Keterampilan-keterampilan pembelajaran

  1. Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik.
  2. Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya, diskusi, pembelajaran langsung, teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan.
  3. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru, struktur dan fokus pembelajaran, serta pengelolaan pembelajaran.

STRATEGI PENGAJARAN

STRATEGI PENGAJARAN

1.Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction)

  • Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi, dan paling sering digunakan. Pada strategi ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah, pertanyaan didaktik, pengajaran eksplisit, praktek dan latihan, serta demonstrasi.
  • Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah

2.Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction)

  • Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi, penyelidikan, penggambaran inferensi berdasarkan data, atau pembentukan hipotesis.
  • Dalam pembelajaran tidak langsung, peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal (resource person).
    Guru merancang lingkungan belajar, memberikan kesempatan siswa untuk terlibat, dan jika memungkinkan memberikan umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri.
  • Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak, non-cetak, dan sumber-sumber manusia.

3.Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction)

  • Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik.
  • Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan, pengalaman, pandangan, dan pengetahuan guru atau kelompok, serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir.
  • Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metode-metode interaktif.
  • Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas, diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok, dan kerjasama siswa secara berpasangan.

4.Strategi Belajar Melalui Pengalaman (experiential learning)

  • Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada aktivitas.
  • Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar, dan bukan hasil belajar.
  • Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sebagai contoh, di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi, sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum.

5.Strategi Belajar Mandiri (independent study)

  • Strategi belajar mandiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa, percaya diri, dan perbaikan diri. Fokus strategi belajar mandiri ini adalah merencanakan belajar mandiri siswa di bawah bimbingan atau supervisi guru.
  • Belajar mandiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan menentukan kecepatan belajarnya.

METODE PENGAJARAN

METODE PENGAJARAN

PENGEMBANGAN MEDIA

PENGERTIAN MEDIA

AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi

Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar

Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar

NEA : media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya

MEDIA adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi

KEGUNAAN MEDIA

  • Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
  • Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera
  • Mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah
  • Mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman

PEMILIHAN MEDIA

CIRI UTAMA MEDIA YAKNI SUARA, VISUAL, GERAK

KLASIFIKASI MEDIA
Audio visual gerak / diam
Visual gerak / diam
Audio Cetak

PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA

  • Tujuan yang ingin dicapai
  • Karakteristik siswa/sasaran
  • Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, visual, gerak)
  • Keadaan lingkungan setempat
  • Luasnya jangkauan yang ingin dilayani

Sumber : Internet dan kumpulan artikel

Dikirim oleh : wijianta, wijianta@gmail.com

About these ads

75 Tanggapan

  1. Kegiatan pembelajaran memang harus dan sangat baik dilakukan agar anak ebih bisa memahami apa yang kita ajarkan,tapi kelemahannya kadang waktu untuk membuat media itu tidak ada arena adm kelas lain banyak yang akan dibuat seperti silabus dan rpp tiap hari

    • memang administrasi kelas sangat menyita waktu ,tetapi pemilihan metode dan media tdk harus membuat sendiri.Pergunakan lingkungan yang ada sebagai media pembelajaran

    • hallah….jgn sok dech kalian…hhhhhhmmmmm…….kalian mo memerkan kepintaran masing2 kan??dasar…sombong!!! jgn mentang2 kalian guru…saya jga guru..bahkan saya adalah kepala sekolah smp 1 sampang,smp yg paling terkenal d sampang (smp faforit )

  2. referensinya mana?

  3. Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya senng sekali bisa berkenalan dengn gurukn.
    Saya juga sepakat dengan gustina. Model pembelajaran sangat perlu agar pembelajaran matematika lebih kreatif sehingga peserta didik tidak mudah bosan. O ya saya minta tolong dikirimi model-model pembelajaran yang cocok dengan KTSP (kalau ada) karena saya ingin mengetahui dan mempelajarai model pembelajaran apa yang cocok untuk dikembangkan pada siswa SMP. terimakasih sebelumnya. Mohon maaf jika saya terlalu lancang.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    ——————————–
    Terima kasih atas kunjungannya.
    memang model pembelajaran sangat perlu , terutama model – model yang kreatif , inovatif dan menyenangkan bagi peserta didik, di artikel atau model – model pembelajaran ada di web site ini bisa bapak coba, sebab tidak semua model pembelajaran bisa cocok untuk semua mata pelajaran , untuk itu kita perlu mencoba dan mencari kekurangan dan kelebihan dari setiap model pembelajaran. Atau kita bisa membuat atau menciptakan sendiri model pembelajaran yang bersifat PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Innovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).

    Selamat Mencoba

  4. Salam kenal, pak ada gak contoh RPE, KOMPETENSI DASAR, SILABUS dan pengembangan bahasa arab. suwuuuuuuuuuuun
    http://www.212baca.wordpress.com

  5. aslm. saya sebagai calon guru di daerah terpencil sangat senang dengan orang2 yang peduli dengan pendidikan. memang, metode dan pendekatan2 yang menarik dan ‘menggegerkan’ sangat penting.. saya sendiri merasakan bedanya kegiatan kegiatan membuka pelajaran waktu saya SD dst dengan saya setelah belajar di PGSD sekarang… saya dan teman2 sering dituntut mata kuliah untuk memcoba membuka pelajaran dengan apersepsi, metode, pendekatan dan media yang menarik, nah respon anak2 didik saya sangat besar!! subhanallah…
    tapi, kadang kendala saya dan teman2 adalah menemukan media serta metode yang pas dan benar2 bisa membuat anak mendapatkan konsep dasar materi pelajaran itu, jadi saya mengharapkan pada teman2 yang juga peduli pada pendidikan untuk memberikan saya saran dan info tentang media terbaru yang menarik dan dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa untuk belajar.. ehm,,, gak cuma media sih, kalo ada contoh pembelajaran (metode, pendekatan dll) yang juga bisa buat anak didik excited coz ke_PAIKEM-annya, saya tungguuuuuu….
    makasieh semuanya..
    waslm
    ha-pe saya = 0856 649 12580

  6. ass.nm sy farra saya berusia 19 tahun dan kul di univ ngri medan jur pendidikan non formal,saat sem 4 ini saya mendapatkan mt kuliah media pemb.dan saya tgl 19-6-08 ujian mt kul ini sy brsyukur bgt dapat artukel anda yang dapat saya save dan menjadi bahan untuk mbantu saya ujian nanti terima kasih bnyak.

  7. dalam kegiatn pembelajaan mmg dibutuhkan media unt mengatasi keterbatasan guru baik dari segi waktu, tempat, dan ruang. pemilihan media yang tepat sangat berpengaruh ke efektifitas n efisien pembelajaran oleh sebab itu dibutuhkan pengelolaan media pembelajaran yang tepat, TEKNOLOGI PENDIDIKAN solusinya. dengan penerapan teknologi pendidikan maka dapat meningkatkan kualitas dari proses pembelajaran.

  8. Media pembelajaran apa saja yang dapat digunakan untuk pelajaran PKn?

    ——————————
    Semua media pembelajaran bisa digunakan, tergantung model / metode pembelajaran yang di terapkan, juga tergantung pada KD.

  9. Misalkan kompetensi dasar memahami pelaksaan otonomi daerah dan metode ceramah media apa yang bisa digunakan? Terima kasih

  10. Ass……
    thansk ya………. membantu sekali untuk kami yang sedang berburu tugas dari dosen untuk topik yang satu ini.
    namu untuk Pendidikan Kewarganegaraan kira kira metode apa yang paling relevan ya…..

    wasalam

  11. TENGKYU DAH KASIH BANYAK INFO ….CUMAN BAGI-BAGI RUJUKANNYA DOONK…

  12. mksh tuk pengetahuan nya q jd bnyk tau ttg dunia pembelajaran, cz bwt q hidup q dh q dedikasikan bwt pendidikan. ne slh satu media pengetahuan yang bermanfaat bagi para calon tenaga pengajar

  13. oke… kirimi aku artikel pddkn

  14. Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
    Syukron atas infonya. namun ada hal urgen yang ingin saya sampaikan :
    1. Untuk srategi pembelajaran PKN perlu terus dicari terobosan2 soalnya ini menyangkut pesan syarat moral demi perbaikan generasi kedepan. Contoh : Penerapan Metode Uswah/keteladanan, dstnya.
    2. Sikon sekarang banyak sekali generasi2 yang melakukan penyimpangan terhadap norma2 agama maupu yang lainnya. Metodologi Pembelajaran yang tepat yang seperti apa ya?
    Syukron and mohon tanggapannya.

  15. no coment

  16. saya suka dengan model pembelajaran langsung guna untuk meningkatkan hasil belajar siswa nantinya

  17. terima kasih infonya, sayang saya tidak dapat melihat gambar modelnya dg jelas, terlalu kecil ..

  18. media pembelajaran pkn untuk kd otonomi daerah,perundangan nasional kemerdekaan mengemukakan pendapat yang berupa presentasi di power point ada kan? tolong donk aku dikirimi softcopynya

  19. pembelajaran dengan media?? liat lah diluaran sana ….. guru2 pada kenyataannya dilapangan banyak yang jauh dari yang namanya media pembelajaran…… berbagai alasan dikatakan tidak efektif waktu lah, ga ada biaya lah, ……..

  20. terimakasih atas infonya…benar2 menambah pengetahuan…

  21. Sudah bagus tampilannya dengan sedikit gambar-gambar. Alangkah lebih bagus lagi bila materi tentang menia lebih diperbnyak dan disertai gambar juga. makasih.

  22. nice site…., nice content.. kalo model pembelajaran udah pernah dibahas belum?

  23. Mari kita cobaa…. kalau engga sekarang kapan lagi….

  24. ya…mudah-mudahan berguna dan dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing

  25. Kalo boleh bagi dong cara memilih media pembelajaran yang baik n mudah

  26. Assalmlkm….hmm saya seorang mhsswa,dah smt akhir ce…mo cr bahan skripsi ttg media pembelajaran. Tujuannya agar siswa termotivasi dan menambah imajinasi tentang materi pelajaran yang diajarkan. Kira2 media pembalajaran yang cucok spt pa ya,,,,trmksh.wassalam…

  27. ada nggak yg punya sintaks “indirect instruction” khususnya utk pelajaran matematika ? makasih …

  28. seneng sekali bisa nambah wawasan , sangat membantu saya

  29. Tolong bantu saya mengkaji dan menyususun skripsi ” Implementasi Media Pembelajaran Multimedia Terhadap Keberhasilan Pembelajaran PKn. makasih

  30. Assalamu alaikum wr. wb.
    Saya turut senang dan bangga sekali dengan adanya situs khusus dari guru Pkn ini, karena akan sangat membantu pengembangan wawasan dan proresionalitas, utamanya bagi sejawat guru PKn di tanah air. Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi guru-guru PKn yang kreatif dan inovatif seperti anda yang ikut memarakkan dunia “cyber space” dengan karya-karyanya yang kreatif-inovatif, khususnya di bidang media pembelajaran interaktif untuk PKn, demi memajukan pendidikan di tanah air. Saya pribadi sangat terinspirasi dengan situs ini, dan saat ini sedang merancang pembuatan web. Dan …eh ,,,ngomong2, kalo nanti dah jadi bisa nge-link ke sini? Thanks, pak guru. Bravo! Salam “45 dan terus berkarya!

  31. asslm..

    alhamdulillah untuk di masa sekarang nih masih banyak yang peduli dengan pendidikan..

    saya ana calon guru sekarang masih kuliyah di UNY jurusan pendidikan fisika

    setelah saya baca artikel ini memang sangat bermanfaat sekali..saya menjadi paham dengan model2 pembelajaran yang harus diterapkan untuk peserta didik dan dapat memakai metode2 yang baik..dan menarik

    semoga calon2 pendidik di masa sekarang bisa memahami ini semua …

    makasih informasinya

    semangat!!

    wassalm

  32. Salam kenal,
    saya setuju bahwa semua guru/pengajar sadar bahwa Pembelajaran kreatif dan inovatif harus dikembangkan, namun seringkali, terpaksa harus di”lupa”kan karena begitu banyak pekerjaaan “admininistrasi” (penyusunan RPP, APP dsb) menyita waktu,belum lagi jam Mengajar yang begitu padat. sehingga “MIMPI INDAH tentang PROSES PEMBELAJARAN YANG KREATIF & INOVATIF” harus dilupakan. Silabus, RPP, APP memang sangat penting, untuk merencanakan & mengevaluasi sebuah proses pembelajaran…TAPI pertanyaanm saya : Apakah format nya tidak bisa diubah lebih sederhana dan lebih “implementatif” sehingga lebih bermanfaat bagi sang pengajar (Ada baiknya kita bisa membandingkan SYLLABUS & Teaching Plan dari negara2 lain)..SEMOGA komentar ini bisa bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia

  33. mohon bantuan, modul Pkn untuk SMK kelas X, XI dan XII, ke alamat : irwan_alaziz@yahoo.com terima kasih. Ada yang peduli ?

  34. media pembelajaran apa saja yang dapat digunakan untuk mengajar bidangstudi PPKn

  35. [...] v:* {behavior:url(#default#VML);} o:* {behavior:url(#default#VML);} w:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} h2 {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; mso-outline-level:2; font-size:18.0pt; font-family:”Times New Roman”;} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} span.apple-converted-space {mso-style-name:apple-converted-space;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:4.0cm 3.0cm 3.0cm 4.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:159397069; mso-list-template-ids:-638698302;} @list l0:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l1 {mso-list-id:194538590; mso-list-template-ids:1420991292;} @list l2 {mso-list-id:301928670; mso-list-template-ids:1906580806;} @list l2:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l3 {mso-list-id:351222634; mso-list-template-ids:145265730;} @list l3:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l4 {mso-list-id:708920118; mso-list-template-ids:2016421600;} @list l4:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l5 {mso-list-id:719480266; mso-list-template-ids:1821776360;} @list l6 {mso-list-id:808325008; mso-list-template-ids:1930317610;} @list l6:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l7 {mso-list-id:1010067370; mso-list-template-ids:1101935624;} @list l8 {mso-list-id:1272202429; mso-list-template-ids:-1995555278;} @list l8:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l9 {mso-list-id:1656103428; mso-list-template-ids:1320854266;} @list l9:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l10 {mso-list-id:1765881869; mso-list-template-ids:964955678;} @list l10:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l11 {mso-list-id:1771051487; mso-list-template-ids:-1977055854;} @list l11:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l12 {mso-list-id:1871608041; mso-list-template-ids:-1640325736;} @list l13 {mso-list-id:1907914359; mso-list-template-ids:-914070944;} @list l13:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} @list l14 {mso-list-id:2001346509; mso-list-template-ids:-1951995958;} @list l14:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN [...]

  36. [...] KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN [...]

  37. [...] KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN [...]

  38. [...] KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN [...]

  39. METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    A. Pengertian Metode Pendidikan Agama Islam
    Metode berasal dari kata metha+hodos, metha artinya melalui-melewati, hodos artinya jalan/ cara. Metode adalah jalan / cara yang harus di lewati untuk mencapai tujuan tertentu.
    Metodologi adalah pembahasan tentang metode atau metode-metode.
    Metodologi pendidikan adalah suat ilmu pengetahuan tentang metode yang dipergunakan dalam pengajaran mendidik.
    Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal,memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhalk mulia, mengamalkan agama islam dari sumber utamanya kitab suvci al-qur’an dan Al-hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan serta penggunaan pengalaman.
    Metodologi Pendidikan Agama Islam adalah ilmu yang membicarakan bagaimana menyajikan bahan pelajaran agama islam kepada murid.

    JENIS-JENIS METODE

    1. Metode Ceramah
    Adalah penerangan atau penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Atau metode ceramah adalah suatu cara penyajian atau penyampaian informasi melalui penerangan atau penuturan secara lisan oleh guru terhadap siswanya. Dalam memperjelas penuturan atau penyajian, guru dapat menggunakan alat bantu seperti: bendanya, gambarnya, sket, peta dan sebagainya.
    Keuntungan Metode Ceramah
    • Suasana kelas berjalan dengan tenang karena murid melakukan aktivitas yang sama
    • Tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yang lama
    • Pelajaran bisa dilaksanakn dengan cepat
    • Fleksibel dalam penggunaan waktu dan bahan
    Kelemahan Metode Ceramah
    • Interaksi cenderung bersifat teacher center (berpusat pada guru)
    • Guru kurang mengetahui dengan pasti sejauh mana siswa telah menguasai bahan ceramah
    • Pada siswa dapat terbentuk konsep-konsep yang lain dari apa yang dimaksudkan guru
    • Sering sukar maksudnya
    • Kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan pendapatnya
    • Cenderung membosankan dan perhatian siswa kurang

    2. Metode Tanya Jawab
    Adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada peserta didik tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca sambil memikirkan proses berpikir diantara peserta didik
    Keuntungan Metode Tanya Jawab
    • Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menerima penjelasan lebih lanjut
    • Guru dapat dengan segera mengetahui kemajuan peserta didiknya
    • pertanyaan yang sulit dan agak baik dari peserta didik dapat mendorong guru untuk memahaami lebih mendalam dan mencari sumber-sumber lebih lanjut
    Kelemahan Metode Tanya Jawab
    • Pemakaian waktu lebih banyak jika dibandingkan dengan metode ceramah
    • Mungkin terjadi perbedaan pendapat antara guru dan peserta didik
    • Sering terjadi penyelewengan dari masalah pokok
    • Apabila peserta didik terlalu banyak tidak cukup waktu memberi giliran kepada setiap peserta didik

    3. Metode Demonstrasi
    Istilah demonstrasi dalam pengajaran dipakai untuk menggambarkan suatu cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbal dengan suatu kerja fisik atau pengoperasian peralatan barang atau benda. Kerja fisik itu telah diuji terlebih dahulu sebelum didemonstrasikan
    Keuntungan Metode Demonstrasi
    • Keaktifan peserta didik akan bertambah
    • Pengalaman peserta didik bertambah
    • Pelajaran yang diberikan lebih tahan lama
    • Pengertian lebih cepat dicapai
    • Mengurangi kesalaha-kesalahan
    Kelemahan Metode Demonstrasi
    • Metodei ini membutuhkan kemampuan yang optimal dari pendidik untuk itu perlu persiapan yang matang
    • Sulit dilaksanakan kalau tidak ditunjang oleh tempat, waktu dan peralatan yang cukup

    4. Metode Eksperimen
    Yang dimaksud dengan metode eksperimen adalah apabila seorang peserta didik melakukan suatu percobaab setiap proses dan hasil percobaan itu diamati oleh peserta didik.
    Keuntungan Metode Eksperimen
    • Menambah keaktifan peserta didik untuk berbuat dan memecahkan sendiri
    • melaksanakan langkah-langkah dalam cara berpikir ilmiah
    • Pengertian peserta didik menjadi luas
    Kelemahan Metode Eksperimen
    • Tidak semua bahan pelajaran dapt dieksperimenkan
    • Peserta didik yang terlalu muda atau sedikit sekali pengalamannya, tidak dapat melaksanakan eksperimen secara baik

    5. Metode Diskusi
    Kata diskusi berasal dari bahasa latin yaitu discussus yang berarti to axamine, investigate (memeriksa, menyelidik).
    Dalam pengertian yang umum, diskusi ialah suatu proses yang melibatkan dua atau lebih individu yang berintegrasi secara verbala dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar menukar informasi, mempertahankan pendapat dan pemecahan masalah.
    Metode diskusi dalam pendidikan adalah suatu cara penyajian atau penyampaian bahan pelajaran, dimana guru memberikan kesempatan kepada para peserta didik atau kelompok-kelompok peserta didik untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah.
    Keuntungan Metode Diskusi
    o Tidak ada kewenangan yang memaksa untuk menerima pendapat yang tidak didukung
    o Tanpa kehadiran guru, proses-proses dapat dikembangkan tanpa gangguan
    o Tujuan kognitif dan afektif tingkat menengah dapat dicapai
    Kelemahan Metode Diskusi
    • Tanpa ada rangsangan dari guru mungkin tidak akan terjadi diskusi yang bermutu
    • Argumentasi yang salah kemungkinan tidak diketahui dan tidak ditentang

    6. Metode Sosio Drama dan Bermain Peranan
    Sosio drama berasal dari kata Sosio yang artinya masyarakat, dan dram yang artinya keadaan orang atau peristiwa yang dialami orang, sifat dan tingkah lakunya, hubungan seseorang, hubungan seseorang dengan orang lain.
    Bermain peranan artinya memegang fungsi. Sosio drama dan bermain peranan dapat dipakaikan sebagia suatu metode dalam mengajar
    Dengan demikian metode sosio drama dan bermain peranan adalah penyajian bahan dengan cara memperlihatkan peragaan, baik dalam bentuk uraian maupun kenyataan. Semuanya berbentuk tingkah laku dalam hubungan sosio yang kemudian diminta beberapa orang peserta didik untuk memerankannya.
    Kentungan Metode Sosiodrama
    • Untuk mengajar peserta didk supaya ia bisa menempatkan dirinya dengan orang lain
    • Guru dapat melihat kenyataan yang sebenarnya dari kemampuan peserta didik
    • Sosiodrama dan permainan peran menimbulkan diskusi yang hidup
    • Metode sosiodrama dapat menarik minat peserta didik
    • Melatih peserta didik untuk berinisiatif dan berkreasi
    Kelemahan Metode Sosiodrama
    • Sukar untuk memilih anak-anak yang betul-betul berwatak untuk memcahkan masalah tersebut
    • Anak-anak yang tidak mendapat giliran akan menjadi pasif
    • Kalau guru kurang bijaksana tujuan yang dicapai tidak memuaskan

    7. Metode Drill (latihan)
    Metode drill atau disebut latihan siap dimaksudkan untuk memperoleh ketangkasan atau keterampilan latihan terhadap apa yang dipelajari karena hanya dengan melakukan secara praktis suatu pengetahuan dapat disempurnakan dan siap siagakan.
    Keuntungan Metode Drill (latihan)
    • Peserta didik akan memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan sesuai dengan apa yang dipelajarinya
    • Dapat menimbulkan rasa percaya diri pada peserta didik
    Kelemahan Metode Drill (latihan)
    • Membentuk kebiasaan yang kaku
    • Dapat menimbulkan ferbalisme
    • Dapat menghambat insiatif peserta didik

    8. Metode Mengajar Beregu (Team Teaching)
    Team teaching adalah suatu sistem mengajar yang dilakukan oleh dua orang guru atau lebih dlam memgajar sejumlah peerta didik yang mempunyai perbedaan minat, kemampuan atau tingkat kelas
    Keuntungan Metode Mengajar beregu
    • Pengetahuan pelajar tentang suatu bahan pelajaran akan lebih lengkap
    • Adanya pembagian tugas
    • Metode ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah
    Kelemahan Metode Mengajar Beregu
    • Sukar membentuk tim yang kompak
    • Kadang-kadang didominasi oleh guru-guru yang cakap saja dan hal ini sukar dihilangkan
    • Sangat rumit untuk mengatur organisasi kelas yang lebih fleksibel
    • Membutuhkan fasilitas ruangan, alat dan waktu yang memadai

    9. Metode Pemecahan Masalah
    Adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah atau persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini diciptakan oleh seorang ahli didik berkebangsaan Amerika yang bernama Jhon Dewey, metode ini dinamakan Problem Method. Sedangkan Crow & Crow dalam bukunya Human Development and Learning, mengemukakan nama metode ini dengan Problem Solving method.
    Keuntungan Metode Problem Solving
    • Melatih peserta didik untuk menghadapi problem-problem atau situasi-situasi yang timbul secara spontan
    • Pendidikan disekolah relevan dengan kehidupan
    • Pesert adidk menjadi aktif dan berinisiatif sendiri serta bertanggung jawab sendiri
    Kelemahan Metode Problem Solving
    • Memerlukan waktu yang lama
    • Murid yang pasif dan malas akan tertinggal
    • Sukar sekali untuk mengorganisasikan bahan pelajaran

    10. Metode Pemberiaan Tugas Belajar dan Resitasi

    Yang dimaksudkan dengan pemberian tugas belajar dan resitasi adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada peserta didik, sedangkan hasil tersebut diperiksa oleh guru dan peserta didik mempertanggung jawabkannya.
    Pertanggungan jawab itu dapat dilaksanakan dengan cara:
    • Dengan menjawab test yang diberikan oleh guru
    • Dengan menyampaikan ke muka berupa lisan
    • Dengan cara tertulis
    Resitasi adalah penyajian kembali atau penimbulan kembali sesuatu yang sudah dimiliki, diketahui atau dipelajari.
    Keuntungan Metode Resitasi
    • Meringankan tugas guru yang diberikan
    • mendorong peserta didik supaya suka berlomba-lomba untuk mencapai sukses
    • Memupuk anak agar dapat berdiri sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari orang lain
    • Waktu yang dipergunakan tak terbatas sampai pada jam sekolah
    Kelemahan Metode Resitasi
    • Peserta didik yang terlalu bodoh sukar sekali belajar
    • Kemungkinan tugas yang diberikan tapi dikerjakan oleh orang lain
    • Kadang-kadang peserta didik menyalin atau meniru pekerjaan temannya sehingga pengalamannya sendiri tidaka ada
    • Kadang-kadang pembahasan kurang sempurna

    11. Metode Kerja Kelompok
    Adalah penyajian materi dengan cara pemberiaan tugas-tugas untuk mempelajari sesuatu dengan kelompok-kelompok belajar yang sudah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan.
    Keuntungan Metode Kerja Kelompok
    • Ditinjau dari paedagogis : kegiatan kelompok akan mendapatkan kualitas kepribadian peserta didik
    • Ditinjau dari segi psikologi : timbul persaingan yang positif antar kelompok karena mereka bekerja pada masing-masing kelompok
    • Ditinjau dari segi sosial : anak yang pandai dalam kelompok tersebut dapat membantu anak yang kurang pandai dalm menyelesaikan tugas
    • Ditinjau dari segi ajaran islam : saling membantu sesama termasuk ibadah
    Kelemahan Metode Kerja Kelompok
    • Kadang-kadang dapat menimbulkan persingan yang tidk sehat sesama pesert adidik yang ada dalam kelompok
    • Tugas guru akan menjadi lebih banyak dan beragam
    • Tugas-tugas yang diberikan kadang-kadang hanya dikerjakan oleh segelintir peserta didik yang cakap dan rajin

    12. Metode imla’ (Dikte)
    Adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh peserta didik menyalin apa-apa yang dikatakan guru.

    Keuntungan Metode imla’ (Dikte)
    • Mudah menjaga tata tertib kelas
    • Disamping memperoleh bahan pelajaran yang baru, para peserta didik berlatih menulis dengan cepat dan tepat
    Kelemahan Metode Imla’ (Dikte)
    • Bahwa peserta didik kurang aktif, sebab ia terutama mendengar dan menyalin apa-apa yang dikemukakan guru secara lisan
    • Metode ini melelahkan peserta didik

    METODE PENGAJARAN PAI
    • Metode hiwar Qurani dan Nabawi, yaitu percakapan silih berganti antara dua pihak atau lebih melalui tanya jawab mengenai suatu topik yang mengarah pada satu tujuan.
    • Metode Kisah Qurani dan Nabawi
    • Metode Amtsal
    Didalam al-quran banyak sekali ayat-ayat dalam bentuk amtsal (perumpamaan) dalam rangka mendidik umatnya. Misalnya, dalam surat Al-Baqarah ayat 17, perumpamaan orang-orang kafir itu adalah seperti orang menyalakan api.

    B. Landasan Teoritis Konseptual dari Evaluasi Berbasis Kompetensi

    1. BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)

    BSNP adalah badan yang menyelenggarakan UN dalam menentukan evaluasi proses pembelajaran peserta didik.
    Menurut HAR Tilaar ada 8 Standar Nasional pendidikan yang akan digarap, yaitu :
    a. Standar Isi
    b. Standar Kompetensi
    c. Standar Pendidikan dan tenaga kependidikan
    d. Standar Sarana dan Prasarana
    e. Standar Pengelolaan
    f. Standar Pembiayaan
    g. Standar Penilaian Pendidikan

    2. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

    Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi.

    Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

    • sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
    • objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
    • adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
    • terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
    • terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
    • menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
    • sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap

    3. Standar Isi Pasal 8

    Pasal 8 (1) : Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada tingkat dan atau semester sesuai dengan standar nasional pendidikan
    Pasal 8 (2) : Terdiri atas Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

  40. saya seorang calon guru. kini saya tengah PPL di salah satu SMA negeri di bandar lampung. saya sangat membutuhkan informasi tentang model atau metode belajar yang menarik yang cocok untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan

  41. saya ingin memperkenalkan indismart, media pembelajaran online interaktif bagi pelajar SD hingga SMA. Indismart akan segera digunakan oleh 17500 sekolah yang terhubung schoolnet Jardiknas se-Indonesia. silakan kunjungi www indi-smart dot com untuk informasi lebih lanjut

  42. metode pembelajran sudah berkembang, metode anda terlalu sederhana kurang disesuailan dengan kondisi lingkungan saat ini

  43. saya calon guru semester 5 pendidikan sosiologi unj, metde pembelajaran ini untuk semua pelajaran atau hanya ppkn?trus, untuk sosiologi bagaimana???tolong kirim ke email saya……trims..

  44. terima kasih atas info dan data yg disajikan d sini. sangat membantu saya dlm KBM…makasih.

  45. saya seorang guru PKn di MTs, saya punya masalah yang sama dengan putri Pertiwi, sedikit saya tambahkan klo saya juga pengen mengajar pakai metode yang menyenangkan, agar anak-anak tidak jenuh dlm mengikuti pelajaran.

    sebenarnya saya punya solusi, ingin mengajak siswa ketempat dimana materi pelajaran berhubungan erat dengan tempat yang dikunjungi.

    misal, materinya upaya pembelaan negara, maka saya ingin membawa ke kodim, dll. bagaimana kira-kira?

  46. artikelnya bagus, ku juga punya koq lo mau coba ja lihat di http://judin-civic07.blogspot.com/

  47. Thanks

  48. sy lg mencari bagaimana cara untuk menilai hasil belajar dengan metode paikem…?, klo ad yg th krim ke email saya : antofpmipa2008@yahoo.co.id.

    saya lagi mengerjakan tugas akhir dengan judul “Pengaruh metode belajar PAIKEM terhadap prestasi belajar siswa kelas v………….”, saya binggung bagaimana untuk mengambil data yang “metode belajar PAIKEMnya…..??? trima kasih.

  49. Yang banyak di Internet tu hanya metode pembelajarn langsung. Bagaimana kalau metode pembelajaran tidak langsung juga diperbanyak materinya? Thank’s.

  50. Untuk kesuksesan belajar mengajar, banyak sekalai faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan itu sendiri.
    Faktor-faktor tersebut ada pada guru dan siswa, diantaranya faktor -faktor yang ada pada guru:
    a. Guru harus memiliki kompetensi pedagogig
    b. Guru haurs memiliki kompetensi sosial
    c. Guru harus memiliki akademik/keahlian
    d. Guru harus memiliki kompetensi motivasi yang tinggi
    e. Guru haurs memiliki kelayakan ekonomi yang cukup
    d. Guru harus betul-betul sehat lahir dan batin.
    faktor-faktor yang ada pada sisiwa:
    a. Siswa harus memiliki kecerdasan yang cukup
    b. Siswa harus memiliki motivasi/keinginan/hobi untuk belajar
    c. Siswa harus punya bekal biaya
    d. Siswa harus punya waktu untuk belajar di rumah
    e. Siswa harus betul-betul mendapatkan pelayanan guru yang baik.

    Kita sebagai guru hanya sekedar berupaya untuk menjadi guru yang profesional. yang memiliki beberapa kompetensi tersebut di atas. Mudah-mudahan Tuhan selalu membantu kita yang sedang dalam perjalan/proses menuju tingkat nama guru profesional. Amien

  51. [...] 2008. Kegiatan Pembelajaran dan Pemilihan Media Pembelajaran. Tersedia pada  [...]

  52. [...] 2008. Kegiatan Pembelajaran dan Pemilihan Media Pembelajaran. Tersedia pada  [...]

  53. Terima kasih infonya …salam kenal…

  54. Terima kasih artikel pembelajarannya

  55. apakah yang dimaksudkan dengan “PERANAN MEDIA DALAM PENDIDIKAN”?????

  56. makasih banyak buat artikelnya.

  57. tolonng kirim kan …
    artikel pkn yang da hubunganya gengan global warming…
    thankz

  58. Saya mendapat tugas kuliah ttg pengelolaan media belajar..
    Sudah coba cari-2 artikelnya ga ada.
    ada yg bisa bantu saya?

  59. bagus artikelnya. salam kenal dari http ://budiharso.wordpress.com

  60. bagus artikelnya salam kenal dari http://budiharso.wordpress.com

  61. terima kasih ada pencerahan buat mengajar

  62. Alhamdulillah …. selamat Anda sudah berbagi, semoga A;llah WT mmbalas kebaikan Anda

  63. wah ni yang gue cari…….pengertian media sudah dapat disini…..

  64. yang saya butuh contoh dari media pembelajaraanya, bukan teorinya……………

  65. Terima kasih artikelnya cukup bagus, lebih bagus lagi kalau ada contoh gambar atau CD nya mengajar PKn yang baik yang menggunakan media yang sesuai, model pembelajarannya sesui, dll sehingga kami bisa meniru mengajar yang baik itu bagaimana !

  66. model pembelajaran memang sebaiknya menggunakan media pembelajaran agar siswa dapat lebih mengerti materi yang akan kita ajarkan, jika di sekolah masih belum tersedia media yang mendukung seperti peralatan lab yang mahal, kan kita masih bisa menggunakan media pemebelajaran berbasis TIK atau Multimedia, simpel dan siswa dapat membawa pulang materi kita untuk di pelajari kapan saja dan di mana saja… tentunya harus pake komputer he…

  67. Ass.Wr.Wr. KTSP sangat bagus menuntut guru kreatif, pendidikan berkarakter juga bagus menuntut guru memberikan tauladan, agar anak didiknya kelak bila menjadi pejabat, penuh tanggung jawab. Tetapi sayang yang ada sekarang di satu sisi guru itu dituntut melarapkan KTSP dan pendidikan berkarakter pada pada tiap-tiap satuan pendidikan dan anak didik , tapi di sisi lain guru dikejar bagai mana agar anak didiknya lulus dalam UN. Kalau ingin berhasil, kembalilah ke EBTANAS, biarkan sekolah yang menentukan keluluasan, sebab yang lebih tahu keadaan siswanya. Saya punya keyakinan, yang membuat kebijakan itu kurang tahu di lapangan. Atau hanya percobaan. Tapi kapan pendidikan itu akan berhasil, kalau percobaan melulu. Mudah-mudahan prinsip ABS (Asal Bapa Senang)sekarang tidak ada lagi.

  68. izin mengcopy ya, saya membutuhkan materi ini. sangat berharga semoa ALLAH SWT membalas amal baik Anda

  69. terimakasih atas ulasannya yg amat informatif, mohon ijin untuk mengcopy materi ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: