MAU PINDAH RUMAH

Terima Kasih kepada semuanya yang telah mau mampir di sini, kami mohon maaf belum bisa memperbarui konten dan artikel – artikel disini, mulai bulan April 2011, semua isi artikel dan konten secara bertahap akan kami pindahkan ke :

wijianta.com

dan kami akan berusaha untuk memperbarui artikel – artikel yang ada
Mohon dukungan dan masukkan

Salam
Admin

E-Book Versi Cetak dijual Lebih Murah di Pasaran

JAKARTA–MI: Buku murah versi cetak yang telah diunduh (download) dari situs buku sekolah elektronik (BSE) sudah beredar di pasaran. Untuk itu, guru dan murid dapat langsung membeli buku tersebut di pasaran, dengan harga yang jauh lebih murah.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan penyediaan buku cetak BSE ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat dalam pembiayaan pendidikan, khusunya pembelian buku teks.

Baca lebih lanjut

Metode Pembelajaran Inquiry

Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiry dalam Belajar Sains terhadap Motivasi Belajar Siswa

Oleh: Joko Sutrisno, S.Si., M.Pd.

Abstract

Inquiry-Based Learning is a common method in teaching science that often associated with the active nature of student involvement, investigation and the scientific method, critical thinking, hands-on learning, and experiential learning. It will be studied in this paper whether or not the method of inquiry-based learning influences the student motivation to learn. Using some theories of motivation, it was found that inquiry method positively influences the learning motivation of students. This positive influence occurs when the learning through inquiry method is conducted in appropriated conditions, for example the questions that teachers provide have to produce arousal and student curiosity.

Baca lebih lanjut

KTSP Membuat Guru Kreatif

Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di setiap sekolah setingkat SD, SMP dan SMA, akan membuat guru semakin pintar, karena mereka dituntut harus mampu merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kurikulum yang selama ini dibuat dari pusat, menyebabkan kreativitas guru kurang terpupuk, tetapi dengan KTSP, kreativitas guru bisa berkembang.
Demikian pendapat dari pakar kurikulum, Dr Karnadi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Prof Dr Ansyar dari Universitas Negeri Padang (Unan). Pendapat kedua pakar itu dilontarkan berkaitan dengan munculnya KTSP 2006 sebagai pengganti kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004.

Baca lebih lanjut

KTSP Menuju Kurikulum “Less Is More”

Written by St Kartono – Guru SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

"Aku pikir mereka akan berbicara tentang semangat baru sebuah kurikulum dan berbagai pendekatan kepada siswa. Ternyata, yang namanya sosialisasi kurikulum baru oleh para pengawas dari Dinas Pendidikan hanyalah bicara hal-hal administratif belaka." Itulah ungkapan kekecewaan sebagian guru sebuah SMA di Yogyakarta, ketika usai mengikuti sosialisasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pertanyaan saya, benarkah pembaruan kurikulum hanya sebatas perubahan administratif?

Mestinya, sebuah kurikulum baru menghadirkan refleksi yang positif pada praksisnya.

Akan tetapi, perlu disadari bahwa kurikulum bukanlah satu-satunya unsur yang penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Masih ada buku pelajaran, pengelolaan persekolahan, administrasi, biaya, guru, peranan orangtua, dan siswa sendiri.

Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa selalu terjadi kesenjangan antara kurikulum yang direncanakan atau diidealkan dengan pelaksanaannya di lapangan. Kritik terhadap kesenjangan implementasi kurikulum di lapangan lebih banyak ditujukan kepada guru.

Baca lebih lanjut

SEKOLAH YANG EFEKTIF DAN BERKEMBANG

Oleh :

Dr. Aria Jalil
(Konsultan QA pada Proyek Pertuasan dan Peningkatan Mutu SLTP Jakarta)

PENDAHULUAN

Saya mulai uraian ini dengan mengetengahkan apa makna pendidikan atau “education”. Asal-usul kata “education” adalah “educo”, yang mengandung makna: “to lead out; to take out with one to one’s province; to bring out a ship from the haibour; to put to sea; to assist at birth; to nourish and support” (Lewis & Short Latin Dictionary).

Dikaitkan dengan peran seorang guru, maka guru dilukiskan sebagai pemimpin, pembimbing, pendorong, pembantu, bidan, pemelihara, dan pendukung.

Menjadi guru masa kini perlu memberi bentuk baru dalam hubungannya dengan anak didiknya, yaitu dan bentuk “power relationship” ke bentuk “shared relationship”, yaitu dari posisi mengontrol ke posisi kerjasama. lsu yang kritikal dalam pendidikan bukan lagi bagaimana agar guru mampu mengontrol kelasnya, tetapi bagaimana agar anak didik kita terlibat langsung atau aktif dalam pern belajaran.

Baca lebih lanjut

DOWNLOAD BUKU PELAJARAN

Buku – Buku pelajaran gratis dapat di download

  1. Informasi Buku SD
  2. Informasi Buku SMP
  3. Informasi Buku SMA
  4. Informasi Buku SMK

Semoga Bermanfaat

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.