Sertifikasi Guru Program Prioritas 2008

Kegiatan prioritas tahun 2008 pada Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) adalah sertifikasi guru dan tunjangan profesi. Tujuannya adalah untuk peningkatan mutu guru. Kegiatan lainnya adalah pelatihan guru mata pelajaran untuk peningkatan kompetensi termasuk tenaga kependidikan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal PMPTK Baedhowi pada Rapat Koordinasi Program PPPPTK dan LPMP Tahun 2008. Saat dirilis dari setjen.depdiknas.go.id., Baedhowi mengatakan, untuk kouta program sertifikasi guru Tahun 2006/2007 sebanyak 20.000 orang yang lolos sertifikasi sebanyak 8.839 orang. Kepada mereka telah dibayarkan tunjangan profesi pada minggu kedua bulan Desember 2007.



"Proses pencairannya menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah khususnya dari Menteri Keuangan. Pembayaran insentif atau tunjangan profesi langsung ke rekening guru," katanya.

Lanjut Baedhowi, tunjangan sertifikasi guru untuk kuota 2007 akan dibayarkan pada 2008. Dia menambahkan, dari target seluruhnya sebanyak 2,7 juta guru yang perlu disertifikasi sebanyak 1,8 juta. Adapun proses sertifikasi dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2007 disertifikasi sebanyak 200 ribu orang. "Sampai sekarang laporannya dalam proses penyelesaian. Kita masih menunggu laporan dari LPTK-LPTK pelaksana sertifikasi, " katanya.

Baedhowi menyampaikan, kebijakan anggaran sertifikasi tahun 2008 terdapat di LPMP, tidak seperti pada tahun 2007 yang terdapat di pusat. Kemudian, kata dia, tunjangan profesi bukan di pusat lagi, tetapi di dinas provinsi. Saat ini, lanjut dia, sedang dilakukan koordinasi tentang bagaimana pelaksanaan sertifikasi 2008 dengan LPMP dan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK).

"Mereka (LPMP dan LPTK) harus melakukan kontrak dan persiapan-persiapan , serta kerjasama dengan dinas pendidikan bagaimana pelaksanaan pembayaran tunjangan pada 2008,"paparnya

Direktur Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan (Dir Bindiklat) Ditjen PMPTK Depdiknas Sumarna Surapranata mengatakan, program-program yang akan diselenggarakan Direktorat Bindiklat diantaranya akan mengembangkan sistem akreditasi lembaga diklat dan lembaga penjaminan mutu. Untuk menunjang kegiatan tersebut Direktorat Bindiklat bekerjasama dengan Australia akan mengembangkan model penjaminan mutu (quality assurance) yakni, Educational Quality Assurance Model (EQUAM).

Program selanjutnya adalah program diklat terakreditasi dan standardisasi diklat berbasis kompetensi, mengembangkan pedoman uji kompetensi dan sertifikasi bagi tenaga fungsional dan struktural, meningkatkan mutu profesionalisme Widya Iswara dan meningkatkan pembelajaran melalui lesson study. Pembelajaran lesson study akan diselenggarakan di Minahasa, Bukittinggi, dan Samarinda.

Dijelaskan juga Direktur Profesi Pendidik Achmad Dasuki, pendidikan profesi guru dalam jabatan dapat dilakukan dengan cara portofolio, diklat profesi guru, dan pendidikan profesi bagi guru yang berdedikasi dan berprestasi luar biasa. Dia menyebutkan, dari kouta sebanyak 2000 orang untuk pendidikan profesi bagi guru yang berdedikasi dan berprestasi baru terdaftar sebanyak 807 orang."Jadi masih ada seribu dua ratus lowongan, karena mungkin merasa belum berprestasi jadi tidak berani mendaftar," katanya.

Para peserta sertifikasi, lanjut Achmad, guru yang tidak lolos kebanyakan nilainya jatuh pada komponen pengembangan karir, penulisan karya ilmiah, dan penghargaan. Selanjutnya, untuk memperlancar koordinasi akan membentuk tim sertifikasi. Saat ini, sertifikasi guru dalam jabatan dilaksanakan oleh 61 LPTK mitra dan 31 LPTK induk.

Direktur Tenaga Kependidikan (Dir. Tendik) PMPTK Surya Dharma mengatakan, Direktorat Tendik telah menyusun sebanyak 35 modul untuk kepala sekolah dan 25 untuk pengawas sekolah. Selain itu untuk memenuhi tuntutan standar kompetensi pengawas, akan memberikan subsidi bagi sebanyak 700 orang. "Ke depan kita punya satu standar yang sama dalam seleksi kepala sekolah dan pengawas sekolah," katanya.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal (Dir PTK-PNF) Erman Syamsuddin mengatakan, Direktorat PTK-PNF pada 2008 akan memberikan hibah peningkatan mutu bagi PTK-PNF. Total bantuan sebanyak Rp. 4,8 milyar digunakan untuk menyelenggarakan diklat guna meningkatkan kompetensi bagi sebanyak 1.980 orang PTK-PNF.

Sumber: setjen.depdiknas.go.id

15 Tanggapan

  1. selamat kepada pemerintah (depdiknas) yang telah berpikir untuk mengangkat derajat guru. Untuk kuota sertifikasi tahun 2008, kami berharap agar diuatamakan kepada guru yang sudah lama mengabdi dengan data yang ada pada NUPTK yang sudah diimplementasikan oleh pemerintah. NUPTK biar ada guna dan manfaatnya.

  2. Iya memang tujuan pemerintah sangat bagus dapat membuat kebijakan “Sertifikasi Guru”. Tapi dibalik itu, banyak guru yang menggunakan cara yang tidak baik demi mendapatkan “Sertifikasi”. kenapa mental orang Indonesia masih banyak yang begitu????

    • Orang yang berbuat curang untuk mendapatkan sesuatu, dengan cara macam cara pasti ada imbalannya, apakah nantinya berupa penyakit, karena dasarnya yang tidak halal. jadi aku sarankan kiranya teman yang sering malas masuk mengajar, kebanyakan ikut seminar untuk mendapatkan serfikat, piagam, hendaklah kita pikir-pikir dengan baik, karena jika penyakit sudah masuk kedalam tubuh kita akibat karena makan dan minum uang haram mudaratnya jauh lebih besar, artinya mungkin biaya pengobatan di Rumah sakit jauh lebih besar lagi

  3. Kapan pelaksanaan pembayaran tunjangan profesi pendidik yang telah di nyatakan lulus pada kuota 2007?

    trima kasih

  4. kapan tunjangan profesi cair? akhir april/ atau awal May? May be Yes ,May be No?

  5. Uda Mayusmar M.Pd juga berharap bisa memperoleh dana sertifikasi untuk kesejahteraan. anaknya mau kuliah di Singapura

  6. Saya mempunyai wacana :

    Bagaimana kalau ada perusahaan yang peduli kepada guru dan memberikan atau membuat acara “Seminar Gratis” yang relevan dan tidak relevan untuk membantu guru dalam mengikuti penilaian portofolio SERGUR.

    Mohon respon dari pihak-pihak terkait. Terima kasih.

  7. Kapan pencairan dana sertifikasi kuota 2006 saya sudah lulus dananya koh belum turun-turun sih pak mendiknas saya sebagai guru sudah 20 th lebih soaolnya untuk menghidupi anak dan istri dirumah tolong ini mohon didengar oleh pemerintah dan semu pihak.

  8. Kpd yth Bapak kepalaDepag jatim tolong dengar dan lihat di http://www.masanega.mtsn3.mlg.aku sudah pemberkasan cpns tahun 2006 yang lalu tapi sampai sekarang koh belum turun-turun SK capeg saya ,sebab teman saya yang pemberkadsannya sudah turun terus kapan punyaanku ini Pak Drs.H.ROJIQI .M.Pd.turunnnya kalua memang perlu dana tolong di sampaikan saja jadi saja dan teman-teman tidak terkatung2 menunggu harapan yang kurang jelas kata pemerintah th2009 semua guru GTT akan diangkat jadi PNS.terima kasih kpd Bapak bila telah

  9. Kpd yth Bapak kepalaDepag jatim tolong dengar dan lihat di http://www.masanega.mtsn3.mlg.aku sudah pemberkasan cpns tahun 2006 yang lalu tapi sampai sekarang koh belum turun-turun SK capeg saya ,sebab teman saya yang pemberkadsannya sudah turun terus kapan punyaanku ini Pak Drs.H.ROJIQI .M.Pd.turunnnya kalua memang perlu dana tolong di sampaikan saja jadi saja dan teman-teman tidak terkatung2 menunggu harapan yang kurang jelas kata pemerintah th2009 semua guru GTT akan diangkat jadi PNS.terima kasih kpd Bapak .

  10. depag kok tidak ada diklat guru tik , hal ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan guru dalam TIK

  11. kapan tunjangan sertifikasi 2008 keluar ?

  12. mana neah????tunjangan sertifikasi guru agama depag jatim yang lulus kuota 2007 PNS kok sampe sekarang gak keluar2???nyangkut dimana tuh dana???

  13. saran untuk meningkatkan kualitas guru se Indonesia.., sebaiknya pemerintah dalam membuka peluang PNS untuk Guru itu harus dibedakan dengan penerimaan PNS lainnya… Dengan demikian input yang didapat bagi tenaga pengajar (guru) di Indonesia benar-benar yang berkualitas dan berbakat menjadi guru, sehingga guru yang profesional dapat terwujud. jadi khusus untuk penerimaan PNS Guru perlu ada ujian tersendiri,..

  14. Penetapan guru yang ikut sertifikasi tingkat kota makassar selalu terlambat dari daerah lain di propinsi sulawesi selatan, hal ini jangan dibudayakan. Seharusnya dinas kota makassar selalu mengevaluasi supaya pelayanan semakin maksimal, apalagi di pusat kota. malu-maluin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: