Mendidik Sisi Emosional Si Kecil

Perkembangan seorang anak di usia balita bukan saja terbatas pada tubuh dan otaknya. Sisi emosionalnya pun berkembang sesuai denga bertambahnya usia. Sebagai orang tua, mendidik sisi emosional balita kita sangatlah penting. Bila seorang anak tidak dibiasakan untuk mengendalikan emosinya sejak dini, ia bisa mempunyai masalah dengan emosi terus-menerus hingga dewasa. Tentunya tidak ada orang tua yang menginginkan hal ini terjadi. Karena itu, ada beberapa tips yang Anda bisa praktekkan untuk mendidik sisi emosional si Kecil, agar ia tak hanya tumbuh cerdas dan sehat tapi juga berbudi pekerti yang baik.

1. Mulai dari diri Anda sendiri. Seorang anak, terutama di usia balita, cenderung meniru orang tuanya. Karena itu, Anda harus berhati-hati dalam menjaga emosi Anda sendiri, bukan saja dalam menangani anak Anda tetapi juga dalam Anda berinteraksi dengan orang lain saat Anda bersama si Kecil. Kalau ia melihat Anda tidak bisa mengendalikan emosi Anda, ia akan mendapat kesan bahwa ia pun boleh mengumbar emosinya. Pastikan Anda selalu memberikan contoh yang baik untuk si Kecil di masa-masa yang penting ini.

2. Ajarkan perilaku yang baik. Tunjukkan pada si Kecil bagaimana mengkomunikasikan emosinya dengan benar. Ajar ia untuk tidak menjerit dan menangis untuk mendapatkan apa yang ia mau dan tunjukkan cara yang benar untuk mengekspresikan dirinya. Dan saat ia bersikap menyenangkan, tunjukkanlah bahwa Anda senang melihat sikapnya sehingga ia pun belajar untuk bersikap dengan benar.

3. Perhatikan kebutuhan si Kecil. Anak-anak cenderung menjadi emosional saat ia lapar, bosan, lelah, dan sebagainya. Pastikan Anda selalu mengutamakan kebutuhan si Kecil dalam setiap aspek. Kenali apa yang ia suka dan tidak suka dan jangan memaksanya untuk selalu mengikuti kemauan Anda tanpa mendengarkan kemauannya.

4. Jangan bersikap kasar. Membesarkan anak, terutama di usia balita bisa melelahkan. Tetapi di saat Anda frustrasi sekalipun, jangan biasakan bersikap kasar kepada si Kecil. Bila ia melakukan kesalahan, beritahukan ia dengan tegas tetapi lembut. Ajak ia berdiskusi, dan komunikasikan padanya bahwa Anda menyayanginya terlepas dari kesalahan-kesalahannya. Tetapi pastikan Anda memberitahunya bahwa apa yang ia lakukan salah dan mintalah ia untuk tidak mengulanginya.

Pada akhirnya, cara mendidik anak yang terbaik adalah dengan memberikan contoh yang baik. Jadilah panutan bagi anak Anda dalam segala aspek kehidupan Anda. Bila ia selalu melihat contoh yang baik di diri Anda, niscaya ia pun akan tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti yang baik. (iis)

Sumber : http://www.nutrisibalitacerdas.com

Satu Tanggapan

  1. Guru terbaik adalah contoh, bukan omongan orang tua, wejangan ulama, atau ocehan oemimpin. Contoh. Seperti Rasulullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: