Metode Inquiry

Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah, kreatif, intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri, menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama, tidak semua materi pelajaran mengandung masalah, memerlukan perencanaan yang teratur dan matang, dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif.

3 Tanggapan

  1. bagaimana dengan metode partisipatif dalam ilmu pendidikan? cocok gak diterapkan di sekolah?

    —————————————
    Tanggapan Saya :

    Metode partisipatif bisa juga di terapkan dalam dunia pendidikan, yang mana siswa akan terlibat langsung dan melihat langsung. Sehingga pemahaman materi yang diajarkan yang semakin mendalam, Untuk sekolah sekolah yang diperkotaan mungkin untuk melakukan metode partisipatif tidak begitu banyak kendala.

    Sebagai contoh kebetulan saya mengajar PKn,

    Materi Seputar Hukum dan Peradilan
    Siswa bisa diajak menghadiri persidangan di Pengadilan, dengan begitu siswa tidak hanya sekadar membaca ataupun menghafal saja, mereka dapat memperoleh gambaran nyata atas apa yang mereka pelajari. Secara tidak langsung guru sudah mengenalkan sistem peradilan beserta sanksi bagi pelanggar hukum sekaligus untuk meningkatkan kesadaran hukum para siswa.
    Kasus – Kasus yang bisa dihadiri misal : Kasus Narkoba, Kasus Koruspsi.
    Sehingga diharapkan siswa akan berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran Hukum.

    Materi perundang undangan
    Siswa bisa diajak ke Gedung dewan (DPRD) untuk menghadiri sidang masalah pembahasan PERDA, sehingga siswa tahu akan jalannya sidang, bagaimana memimpin sidang dan lain sebagainya.

    Dalam penerapan Metode partisipatif guru dituntut untuk aktif

    Menurut saya Metode partisipatif bisa dilakukan untuk semua MAPEL, dan cocok untuk diterapkan, sebab Metode partisipatif Sebagai pengembangan dari kurikulum berbasis kompetensi

    Demikian menurut saya , kurang lebihnya minta maaf, habis saya ngajarnya di Desa sih.

  2. aduh gak usah minder bu…karena tempat mengajar di desa, yang penting disini niatan mengabdi kepada nusa bangsa demi kemajuan anak bangsa kan begitu…..? sekarang masalahnya bagaimana kita yang ngajar di desa itu mengatasi segala kekurangan dan keterbatasan yang ada!!! Saya juga di desa koq……….

    nuwun,

  3. Saya adalah guru PKn, sudah menerapkan metode inquiry. selain itu saya juga menerapkan pembelajaran portofolio. kepada bapak/ibu guru PKn di manapun berada, yuuk kita sering mengenai pembelajaran portofolio ini. O ya bukan metode portofolio lho. Saya tunggu di e-mail saya : tuti300756@yahoo. Salam, terimakasih.
    —————————————
    Mudah mudahan teman – teman yang seprofesi bisa menanggapinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: