Mengenal Beberapa Tokoh Psikologi

Mengenal Beberapa Tokoh
Psikologi Mempelajari ilmu
psikologi tentu belum
terasa lengkap tanpa
mengenal para tokoh yang
menjadi pendiri atau yang
mempelopori berbagai teori
psikologi yang digunakan
saat ini. Wilhelm Wundt
(1832 - 1920) Wilhelm
Wundt dilahirkan di
Neckarau pada tanggal 18
Agustus 1832 dan wafat di
Leipzig pada tanggal 31
Agustus 1920. Wilhelm
Wundt seringkali dianggap
sebagai bapak psikologi
modern berkat jasanya
mendirikan laboratorium
psikologi pertama kali di
Leipzig. Ia mula-mula
dikenal sebagai seorang
sosiolog, dokter, filsuf dan
ahli hukum. Gelar
kesarjanaan yang
dimilikinya adalah dari
bidang hukum dan
kedokteran. Ia dikenal
sebagai seorang ilmuwan
yang banyak melakukan
penelitian, termasuk
penelitian tentang proses
sensory (suatu proses
yang dikelola oleh panca
indera). Pada

Model Pembelajaran ARIAS

Abstrak. Model
pembelajaran ARIAS
dikembangkan sebagai
salah satu alternatif yang
dapat digunakan oleh guru
sebagai dasar
melaksanakan kegiatan
pembelajaran dengan baik.
Model pembelajaran ARIAS
berisi lima komponen yang
merupakan satu kesatuan
yang diperlukan dalam
kegiatan pembelajaran
yaitu assurance,
relevance, interest,
assessment, dan
satisfaction yang
dikembangkan berdasarkan
teori-teori belajar. Model ini
sudah dicobakan di dua
sekolah yang berbeda
yaitu salah satu SD negeri
di Kota Palembang
(percobaan pertama) dan
satu SD negeri di Sekayu,
Kabupaten Musi Banyu Asin
(percobaan kedua). Hasil
percobaan di lapangan
menunjukkan bahwa model
pembelajaran ARIAS
memberi pengaruh yang
positif terhadap motivasi
berprestasi dan hasil
belajar siswa. Berdasarkan
hasil percobaan tersebut
model pembelajaran ARIAS
dapat digunakan oleh para
guru

Artikulasi

Siswa membentuk kelompok
berpasangan, kemudian
seorang menceritakan
materi yang disampaikan
oleh guru dan yang lain
sebagai pendengar setelah
itu berganti peran.
Langkah-langkah:
Menyampaikan tujuan
pembelajaran yang ingin
dicapai. Guru menyajikan
materi sebagaimana biasa.
Untuk mengetahui daya
serap siswa, bentuklah
kelompok berpasangan dua
orang. Suruhlah seorang
dari pasangan itu
menceritakan materi yang
baru diterima dari guru dan
pasangannya mendengar
sambil membuat catatan
kecil, kemudian berganti
peran. Begitu juga
kelompok lainnya. Suruh
siswa secara bergiliran/
diacak menyampaikan hasil
wawancaranya dengan
teman pasangannya,
sampai sebagian siswa
sudah menyampaikan hasil
wawancaranya. Guru
mengulangi / menjelaskan
kembali materi yang
sekiranya belum dipahami
siswa. Kesimpulan/
penutup. kelebihan: 1.
Semua siswa terlibat
(mendapat peran)

Word Square

Siswa diberikan lembar
kegiatan kemudian
menjawab soal dan
mengarsir huruf dalam
kotak sesuai jawaban.
Langkah-langkah: 1. Guru
menyampaikan materi
sesuai kompetensi. 2. Guru
membagikan lembar
kegiatan sesuai contoh. 3.
Siswa disuruh menjawab
soal kemudian mengarsir
huruf dalam kotak sesuai
jawaban. 4. Berikan poin
setiap jawaban dalam
kotak. Kelebihan: 1.
Kegiatan tersebut
mendorong pemahaman
siswa terhadap materi
pelajaran. 2. Melatih untuk
berdisiplin. Kekurangan: 1.
Mematikan kreatifitas
siswa. 2. Siswa tinggal
menerima bahan mentah

Scramble

Metode pembelajaran
dengan membagikan
lembar kerja yang diisi
siswa. Langkah-langkah: 1.
Guru menyajikan materi
sesuai topik. 2.
Membagikan lembar kerja
dengan jawaban yang
diacak susunannya.
Kelebihan: 1. Memudahkan
mencari jawab. 2.
Mendorong siswa untuk
belajar mengerjakan soal
tersebut. Kekurangan: 1.
Siswa kurang berpikir kritis.
2. Bisa saja mencontek
jawaban teman lain.

Kartu Arisan

Siswa dibentuk kelompok
dan setiap jawaban
digulung dan dimasukkan
ke dalam gelas kemudian
siswa yang memegang
kartu jawaban menjawab
setelah dikocok terlebih
dahulu. Langkah-langkah:
Bentuk kelompok orang
secara heterogen. Kertas
jawaban bagikan pada
siswa masing-masing 1
lembar / kartu soal digulung
dan dimasukkan ke dalam
gelas. Gelas yang telah
berisi gulungan soal
dikocok, kemudian salah
satu yang jatuh diberikan
agar dijawab oleh siswa
yang memegang kartu
jawaban. Apabila jawaban
benar maka siswa
dipersilakan tepuk tangan
atau yel-yel lainnya. Setiap
jawaban yang benar diberi
poin 1 sebagai nilai
kelompok sehingga nilai
total kelompok merupakan
penjumlahan poin dari para
anggotanya. Kelebihan:
Pembelajaran yang menarik
dihubungkan dengan
kehidupan nyata.
Kekurangan: 1. Tidak
semua terlibat dalam

Talking Stick

Metode pembelajaran
dengan bantuan tongkat,
siapa yang memegang
tongkat wajib menjawab
pertanyaan dari guru
setelah siswa mempelajari
materi pokoknya. Langkah-
langkah: Guru menyiapkan
sebuah tongkat. Guru
menyampaikan materi
pokok yang akan dipelajari,
kemudian memberikan
kesempatan kepada siswa
untuk membaca dan
mempelajari materi pada
pegangannya/ paketnya.
Setelah selesai membaca
buku dan mempelajarinya
guru mempersilahkan siswa
untuk menutup bukunya.
Guru mengambil tongkat
dan memberikan kepada
siswa, setelah itu guru
memberi pertanyaan dan
siswa yang memegang
tongkat tersebut harus
menjawabnya, demikian
seterusnya sampai
sebagian besar siswa
mendapat bagian untuk
menjawab setiap
pertanyaan dari guru. Guru
memberikan kesimpulan.
Evaluasi. Penutup.
Kelebihan: 1. Menguji
kesiapan siswa. 2. Melatih
membaca dan memahami
dengan

Concept Sentence

Siswa dibentuk kelompok
heterogen dan membuat
kalimat dengan minimal 4
kata kunci sesuai materi
yang disajikan. Langkah-
langkah: 1. Guru
menyampaikan tujuan. 2.
Guru menyajikan materi
secukupnya. 3. Guru
membentuk kelompok yang
anggotanya kurang lebih 4
orang secara heterogen.
4. Menyajikan beberapa
kata kunci sesuai materi/
tpk yang disajikan. 5. Tiap
kelompok disuruh membuat
beberapa kalimat dengan
menggunakan minimal 4
kata kunci setiap kalimat.
6. Hasil diskusi kelompok
didiskusikan lagi secara
pleno yang dipandu guru.
7. Kesimpulan. Kelebihan:
1. Lebih memahami kata
kunci dari materi pokok
pelajaran. 2. Siswa yang
lebih pandai mengajari
siswa yang kurang pandai.
Kekurangan: 1. Hanya
untuk mata

Tebak Kata

Metode ini menggunakan
kartu yaitu kartu ukuran 10
x 10 cm dan diisi ciri-ciri
kata lainnya yang
mengarah pada jawaban,
yang kedua kartu ukuran 5
x 2 cm untuk menulis kata /
istilah yang mau ditebak.
Langkah-langkah: 1.
Jelaskan materi beberapa
menit. 2. Suruh siswa
berdiri di depan kelas dan
berpasangan. 3. Seorang
siswa diberi kartu yang
berukuran 10 x 10 cm yang
nanti dibacakan pada
pasangannya. Seorang
siswa lainnya diberi kartu
berukuran 5 x 2 cm yang
isinya tidak boleh dibaca
(dilipat) kemudian
ditempelkan di dahi atau
diselipkan di telinga. 4.
Sementara siswa membawa
kartu 10 x 10 cm
membacakan kata-kata
yang tertulis di dalamnya
sementara pasangannya
menebak apa yang

Make – A Match (Mencari Pasangan)

Siswa disuruh untuk
mencari pasangan kartu
yang merupakan jawaban /
soal sebelum batas
waktunya, yang dapat
mencocokkan kartunya
diberi poin. Langkah-
langkah: Guru menyiapkan
beberapa kartu yang berisi
beberapa konsep atau
topik yang cocok untuk sesi
review, sebaliknya satu
bagian kartu soal dan
bagian lainnya kartu
jawaban. Setiap siswa
mendapat satu buah kartu.
Tiap siswa memikirkan
jawaban / soal dari kartu
yang dipegang. Setiap
siswa mencari pasangan
yang mempunyai kartu
yang cocok dengan
kartunya (soal jawaban).
Setiap siswa yang dapat
mencocokkan kartunya
sebelum batas waktu diberi
poin. Setelah satu babak
kartu dikocok lagi agar tiap
siswa mendapat kartu yang
berbeda dari sebelumnya.
Demikian seterusnya.
Kesimpulan. Penutup.
Kelebihan: Melatih untuk
ketelitian