ALTERNATIF ARAH PENDIDIKAN SEKOLAH KITA KE DEPAN

Oleh : Darsana Setiawan

PENDAHULUAN

Pada hakekatnya proses pendidikan merupakan akumulasi pemberdayaan seseorang untuk menemukan integritas dirinya sendiri. Melalui aktivitas pendidikan itulah seseorang diharapkan dapat memperoleh kemampuan yang dibutuhkan dirinya maupun oleh lingkup masyarakatnya, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kapasitas kompetensinya. Kompetensi individual sebagai hasil belajar, diharapkan mampu menjadi modal dasar berkontribusi di masyarakat untuk melakukan perubahan (ke arah yang lebih baik). Oleh karena itu pendidikan kita memerlukan reorientasi (baca ; Paradigma baru pendidikan) yang tidak hanya didominasi oleh Cognitive domain, akan tetapi harus diarahkan pada terbentuknya keseimbangan dengan moral and social action (Suyanto,2006). Itu sebabnya dalam implementasinya pendidikan skolastik yang humanistis tidak sekedar mengangkat harkat kemanusiaan seseorang dari sisi intelektualnya, akan tetapi juga esensi etika, estetika dan kinestika dari dalam potensi diri pembelajar. Dengan demikian konsep belajar dalam pendidikan, selain menghantarkan seseorang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat melakukan “sesuatu”, juga menghantarkan perubahan dalam pribadi seseorang untuk menjadi dirinya sendiri yang lebih baik, bahkan memenuhi kaidah kelayakan untuk diteladani dalam kehidupan masyarakat-nya. Dengan bekal keseimbangan pribadi seperti itulah, peserta didik kita, diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) untuk memenangkan setiap event kompetisi terbuka dalam kehidupan nyata yang tergelar dihadapan mereka.

Continue reading

Sepuluh Tips Saat Ujian

Ketika Anda melakukan ujian, Anda sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Continue reading

Materi Seminar Menuju Sekolah Berbasis ICT

Seminar "Menuju Sekolah Berbasis ICT" telah sukses dilaksanakan 29 Nov’07 di Malang, dapatkan file presentasi:

Pembicara seminar ini:
Dr. Onno W. Purbo (Digital library, wajanbolic, serta 120 GB perpustakaan digitalnya)
Agus Heri (Blog untuk Guru dan Siswa)
Moh. Aries Syufagi, MT (Game Technology untuk Pendidikan)
Ir. Wahyu Purnomo, MT (Cara Cepat Membuat Bahan Ajar Berbasis Web)
Toha Mustofa (Memanfaatkan Google Aps. untuk mail Sekolah)

Presentasi pembicara dapat di download dengan link di bawah ini atau pada files milis dikmenjur.

·Dr. Onno W. Purbo (Digital library, wajanbolic, serta 120 GB perpustakaan digitalnya)
http://opensource.telkomspeedy.com/speedyorari/
http://onno.ufoakses.co.id/
wndw-ebook.pdf

·Agus Heri (Blog untuk Guru dan Siswa)
WorkshopBlogMalang.ppt
Langkah Membuat Blog.ppt

·Moh. Aries Syufagi, MT (Game Technology untuk Pendidikan)
Game_Pendidikan.pdf

·Ir. Wahyu Purnomo, MT (Cara Cepat Membuat Bahan Ajar Berbasis Web)
09-menggunakan_eXe-v2.pdf
Cara Cepat Membuat Bahan Ajar berbasis Web.pdf

·Toha Mustofa (Memanfaatkan Google Aps. untuk mail Sekolah)
Google Apps.doc

Google Apps.ppt
Google Apps untuk Freehosting Email Sekolah.ppt
Sohail Gmail Notifier (untuk Google Apps, butuh Net Framework)

VIDEO SEMINAR dapat dilihat secara online dengan mengklik link di bawah ini:

http://www.indowebster.com/Seminar_Sewindu_Milis_Dikmenjur.html

Sumber : Sewindu Milis Dikmenjur http://sewindumilisdikmenjur.org

SYARAT MINIMAL BAGI CALON PEMIMPIN

Oleh : DRS. ANTON SUNARTO MPd.

Bagi suatu organisasi (apapun jenisnya), kaderisasi merupakan hal biasa dilakukan. Entah itu untuk tujuan regenerasi/menjaring dalam rangka suksesi kepemimpinan, atau untuk pembekalan /pemantapan para pengurus organisasi.
Dalam rangka regenerasi kepengurusan OSIS sebagai organisasi intra sekolah, maka sekolah melihat pentingnya kegiatan LDK untuk tetap diselenggaran. Sekolah menfasilitasi kegiatan ini (meskipun dengan biaya mahal). Untuk itu diharap banyak kader pengurus OSIS memiliki bekal kepemimpinan organisasi melalui kegiatan LDK saat ini. Sehingga OSIS dapat berperan serta secara maksimal membantu sekolah dalam mewujudkan upaya lingkungan sekolah menjadi lingkungan pendidikan dan penggemblengan diri yang kondusif, nyaman, aman, damai serta menyenangkan. Untuk itu diharap semua yang terlibat dalam LDK ini (entah: sebagai panitia atau peserta) bersedia dengan sungguh-sungguh mengikuti kegiatan kepelatihan ini, agar kegiatan yang dengan biaya besar ini dapat memberi manfaat yang besar bagi para calon pengurus dan calon pemimpin OSIS.

Continue reading

Teknik Membaca Cepat

-Scanning, yaitu melihat pada rangkaian teks tertentu untuk menemukan informasi yang spesifik. hal ini bisa di lakukan dengan menyimak daftar isi, kata pengantar atau bagian – bagian lainnya

-Melihat kata – kata kunci

-Skimming, yaitu melihat sekilas pada bagian awal dan akhir sebuah tulisan. hal ini didasari "teori menulis" yang mengajarkan untuk memuat gagasan utama pada awal tulisan dan kesimpulan pada akhir tulisan.

MEMBACA PERLAHAN, dibutuhkan untuk memperoleh pemahaman mendetil atau mengingat materi yang dibaca. cara

ini juga digunakan untuk memahami uraian yang sulit dan kompleks.

Teknik MEMBACA PERLAHAN

  1. Membaca analitik atau membaca kritis
  2. Mencoba membaca sembari memikirkannya
  3. Memahami bacaan sembari mengajukan pertanyaan – pertanyaan.


Continue reading

TEKNIK MEMBACA KWL

KWL (What I Know, what I Want to Know dan what I Learned) (http://www.ncrel/sdrs/areas/students/ learning), dan engaged learning (Council for Educational Development and Research, 2002: 8-20).

KWL adalah singkatan dar ;K (know) Apa yang telah diketahui (sebelum membaca), W (want) Apa yang hendak diketahui (sebelum membaca), L (learned) Apa yang telah diketahui (setelah membaca)

Teori tersebut ialah suatu teknik membaca kritis di mana pembaca mengingat dahulu apa yang telah diketahui atau menentukan apa yang ingin diketahui melakukan pembacaan (bahan yang telah dipilih) mengetahui apa yang telah diperoleh dari pembacaan yang baru dilakukan.

Teknik pembacaan akan membiasakan pelajar mengaitkan pengetahuan yang telah dipelajari dengan apa yang dibaca dan menentukan apa yang telah diperoleh dari pembacaannya.

Dalam konteks pengajaran, pelajar dibiasakan menggunakan seperti yang di bawah sekiranya dikehendaki menggunakan teknik KWL.

Know (K) Apa yang sudah diketahui?

Want (W)Apa yang hendak diketahui?

Learned (L) Apa yang telah dipelajari/diperoleh?

Di kirim oleh : Wijianta , wijianta@gmail.com

Emotional Intelligence

Siapapun bisa marah, marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah.
Aristoteles, The Nicomachean Ethics.

Kecerdasan
Berdasarkan pengertian tradisional, kecerdasan meliputi kemampuan membaca, menulis, berhitung, sebagai jalur sempit ketrampilan kata dan angka yang menjadi fokus di pendidikan formal (sekolah), dan sesungguhnya mengarahkan seseorang untuk mencapai sukses di bidang akademis (menjadi professor). Tetapi definisi keberhasilan hidup tidak melulu ini saja. Pandangan baru yang berkembang : ada kecerdasan lain di luar IQ, seperti bakat, ketajaman pengamatan sosial, hubungan sosial, kematangan emosional, dll. yang harus juga dikembangkan.


Continue reading

Mengenal Beberapa Tokoh Psikologi

Mempelajari ilmu psikologi tentu belum terasa lengkap tanpa mengenal para tokoh yang menjadi pendiri atau yang mempelopori berbagai teori psikologi yang digunakan saat ini.

Wilhelm Wundt (1832 – 1920)

Wilhelm Wundt dilahirkan di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832 dan wafat di Leipzig pada tanggal 31 Agustus 1920. Wilhelm Wundt seringkali dianggap sebagai bapak psikologi modern berkat jasanya mendirikan laboratorium psikologi pertama kali di Leipzig. Ia mula-mula dikenal sebagai seorang sosiolog, dokter, filsuf dan ahli hukum. Gelar kesarjanaan yang dimilikinya adalah dari bidang hukum dan kedokteran. Ia dikenal sebagai seorang ilmuwan yang banyak melakukan penelitian, termasuk penelitian tentang proses sensory (suatu proses yang dikelola oleh panca indera).

Pada tahun 1875 ia pindah ke Leipzig, Jerman, dan pada tahun 1879 ia dan murid-muridnya mendirikan laboratorium psikologi untuk pertama kalinya di kota tersebut. Berdirinya laboratorium psikologi inilah yang dianggap sebagai titik tolak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang terpisah dari ilmu-ilmu induknya (Ilmu Filsafat & Ilmu Faal). Sebelum tahun 1879 memang orang sudah mengenal psikologi, tetapi belum ada orang yang menyebut dirinya sarjana psikologi. Sarjana-sarjana yang mempelajari psikologi umumnya adalah para filsuf, ahli ilmu faal atau dokter. Wundt sendiri asalnya adalah seorang dokter, tetapi dengan berdirinya laboratorium psikologinya, ia tidak lagi disebut sebagai dokter atau ahli ilmu faal, karena ia mengadakan eksperimen-eksperimen dalam bidang psikologi di laboratoriumnya.

Wundt mengabdikan diri selama 46 tahun sisa hidupnya untuk melatih para psikolog dan menulis lebih dari 54.000 halaman laporan penelitian dan teori. Buku-buku yang pernah ditulisnya antara lain: "Beitrage Zur Theorie Der Sines Wahrnemung" (Persepsi yang dipengaruhi kesadaran, 1862), "Grund zuge der Physiologischen Psychologie" (Dasar fisiologis dari gejala-gejala psikologi, 1873) dan "Physiologische Psychologie".


Continue reading

Menumbuhkan Kreativitas Anak

Doronglah anak untuk mengekspresikan diri dengan berbagai cara

  • Beri kesempatan anak untuk menyampaikan perasaan, keinginan, dan gagasannya tanpa mencela atau membuatnya malu
  • Hormatilah cara anak mengekspresikan kreatifitasnya dengan memberikan pengakuan dan pujian terhadap proses kreatif yang dilakukannya
  • Ciptakanlah lingkungan rumah yang kaya akan peluang mengekpresikan diri dengan menyediakan sumberdaya (mainan, buku, benda bekas), ruang dan waktu untuk kreatifitas
  • Tanyakan dahulu pendapat/penilaian anak terhadap hasil karyanya sebelum orang di sekitarnya memberikan penilaian
  • Akui hasil karya anak dengan membingkainya, menempel hasil karyanya, dan memujinya
  • Hindarkan tindakan membanding-bandingkan anak dengan temannya
  • Biarkan anak bermain dengan gembira, karena bermain adalah wujud kreatifitas bagi anak.Pada waktu bermain, anak akan merasa gembira danpada saat itulah kreatifitas akan mengalir deras

Sumber: Cara Mengembangkan Kreatifitas Anak. Reynold Bean, Binarupa Aksara, 1995.(iis) http://ihf-org.tripod.com/

LEARNING AND MEMORY

MATA KULIAH: ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

Pendahuluan

Otak manusia dianggap mempunyai struktur paling kompleks di dunia ini(Woolley,2001). Otak manusia mempunyai berat kira-kira 3 pounds, terdiri dari 97% pusat sistem syaraf, 2 % dari berat tubuh, dan menggunakan 20 persen energy yang dimiliki oleh tubuh. Diperkirakan bahwa otak adalah sekumpulan dari 30 sampai 100 miliar neuron dengan satu bilion penghubung(Greenngard,2001).

Hermann Ebbinghans mengadakan eksperimen pertama tentang manusia untuk mempelajari ” Learning and Memory” 1885, beberapa tahun kemudian Ivan Pavlov dan Edgar Thorndike melakukan eksperimen pada binatang. Metode eksperiemen ini yang mana studi tentang ”learning and Memory” mengarahkan kepada perkembangan psikologi di sekolah yang disebut ”behaviorism”.Para ahli behaviorism memfokuskan pada menguji atau mengamati hubungan antara stimulus dengan respons pada binatang, tetapi menghindari proses mental. Pada tahun 1960-an, muncul aliran baru daripada ilmu pengetahuan yaitu ”cognitive psikology”. Tidak seperti behaviorism, disiplin ilmu ini berhubungan dengan sensor penerima yang secara bertahap digunakan pada memori dan tindakan.

Dalam paper ini, akan dibahas mengenai defenisi tentang learning dan memory, teori tentang learning and memory, serta bagaimana learning and memory bermanfaat bagi perkembangan pembelajaran di sekolah.

Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.