Model Pembelajaran ARIAS

Abstrak. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar.

Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.

Kata kunci: motivasi berprestasi, hasil belajar siswa, ARIAS, kegiatan pembelajaran

1. Pendahuluan

Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud, 1998).

Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.

Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana, sistematik, bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Berkenaan dengan hal itu, maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa, telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar.

2. Kajian Teori dan Pembahasan

2.1 Model Pembelajaran ARIAS

Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction), dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention, relevance, confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp, 1987: 289-319).

Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin, 1987: 11-14). Namun demikian, pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment), padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco, 1968: 610). Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Mengingat pentingnya evaluasi, maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut.

Dengan modifikasi tersebut, model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian); relevance (relevansi); confidence (percaya/yakin); satisfaction (kepuasan/bangga), dan assessment (evaluasi). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance, dan attention menjadi interest. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance, karena kata assurance sinonim dengan kata self-confidence (Morris, 1981: 80). Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil, melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest, karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance, relevance, interest, assessment dan satisfaction. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa, berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Oleh karena itu, model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS.

2.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS

Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.

Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri), yaitu berhubungan dengan sikap percaya, yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller, 1987: 2-9). Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Sikap di mana seseorang merasa yakin, percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang, sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Sikap percaya, yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri, 1986: 218). Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno, 1989: 42). Sikap percaya diri, yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Dengan sikap yakin, penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil, siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah:

- Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara, memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model), misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.

- Menggunakan suatu patokan, standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku).

- Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa.

- Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan.

Komponen kedua model pembelajaran ARIAS, relevance, yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller, 1987: 2-9). Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai, bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka, dan memiliki tujuan yang jelas. Sesuatu yang memiliki arah tujuan, dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll, 1988: 140).

Dalam kegiatan pembelajaran, para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah:

- Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco,1968: 162). Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka.

- Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang.

- Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai- nilai yang dimiliki siswa. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa, juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental, emosional, sosial dan fisik, sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan, 1991). (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran.

Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS, interest, adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.

Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah:

- Menggunakan cerita, analogi, sesuatu yang baru, menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.

- Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan, mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan.

- Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor, dari cepat ke lambat, dari suara keras ke suara yang sedang, dan mengubah gaya mengajar.

- Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa.

Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment, yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois, 1982: 336). Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa; untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok; untuk merekam apa yang telah siswa capai, dan untuk membantu siswa dalam belajar. Bagi siswa, evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes, 1990:31). Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs, 1979:157). Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto, 1994). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Dengan demikian, evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah:

  • Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap kinerja siswa.
  • Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa.
  • Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap diri sendiri.
  • Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi terhadap teman.

Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga, puas atas hasil yang dicapai. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll, 1988: 70). Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower, 1975:561). Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan, rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan, mencapai atau mendapat sesuatu. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu, yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp, 1987: 2-9). Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: 8) merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower, 1975: 561). Untuk itu, rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain :

- Memberi penguatan (reinforcement), penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun non-verbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. Ucapan guru : "Bagus, kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!". Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan, merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan. Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi, dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

- Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi.

- Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa, sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru.

- Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan.

2.3 Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS

Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal, sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa, sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Artinya, dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa, mengadakan kegiatan yang relevan, membangkitkan minat/perhatian siswa, melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan, strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan, media pembelajaran apa yang akan dipakai, perlengkapan apa yang dibutuhkan, dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi, kondisi dan lingkungan siswa. Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Bahasa, kosa kata, kalimat, gambar atau ilustrasi, pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa, bahwa mereka mampu, dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka. Bentuk, susunan dan isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti, kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa. Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup. Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari.

Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja, bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland, 1987: 29). Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri.

3. Hasil Percobaan di Lapangan

Model pembelajaran ARIAS telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Pertama model ini dicobakan kepada sejumlah siswa kelas V dari sebuah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Palembang selama satu caturwulan yaitu catur wulan III tahun ajaran 1995/1996. Sekolah ini diambil sebagai sampel secara acak sederhana dari sejumlah SD negeri setara di Kota Palembang yang memiliki kelas V paralel. Dari keseluruhan siswa SD ini diambil 60 orang siswa kelas V sebagai sampel yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok, di mana masing-masing kelompok berjumlah 15 orang siswa. Sampel siswa ini juga diambil secara acak sederhana. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan instrumen tes hasil belajar dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA—2 jalur dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0,05.

Percobaan kedua juga menggunakan metode eksperimen dengan rancangan 2 x 2 dilaksanakan di SD yang berbeda, yaitu sebuah SD negeri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyu Asin. Lama percobaan selama satu caturwulan yaitu catur wulan II tahun ajaran 1996/1997. Jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok di mana masing-masing kelompok berjumlah 20 orang siswa. Baik sampel SD maupun sampel siswa diambil secara acak sederhana. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes motivasi berprestasi. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANAVA—2 jalur pada taraf signifikansi a = 0,05. Seperti halnya pada percobaan pertama, pada percobaan kedua ini juga dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk homogenitas data.

Apakah motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Untuk itu baik pada percobaan pertama maupun pada percobaan kedua, siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Satuan pelajaran yang disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS disusun/dikembangkan oleh penulis. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran non-ARIAS, dengan satuan pelajaran disusun oleh guru kelas bersangkutan. Pada kedua percobaan ini dilakukan pengontrolan validitas internal dan eksternal. Pengontrolan validitas internal adalah:

(1) Menyetarakan setiap kelompok pada awal percobaan dengan menganalisis skor tes awal setiap kelompok untuk menghindari efek pemilihan subjek yang berbeda;

(2) Menggunakan instrumen yang sama untuk tes akhir dan tes awal guna menghindari efek perbedaan instrumen pengukur;

(3) Mengusahakan agar tidak ada subjek yang mengundurkan diri selama penelitian berlangsung untuk menghindari efek kehilangan subjek dalam percobaan;

(4) Memberikan perlakuan yang relatif singkat, untuk menghindari efek pematangan dan efek tes awal. Pengontrolan validitas eksternal adalah:

1. Penentuan kelompok kontrol, kelompok eksperimen dan pemilihan guru yang memiliki kualifikasi setara ditetapkan secara acak;

2. Suasana belajar, situasi kelas, dan kondisi setiap kelompok semua sama seperti hari-hari belajar biasa, kecuali penggunaan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen, untuk menghindari efek lingkungan yang dapat menyebabkan reaksi yang berlebihan dari siswa;

3. Selama percobaan siswa tidak diberitahu bahwa sedang ada penelitian untuk menghindari efek Howthorne dan John Henry.

Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pada percobaan pertama Fo=10,74 jauh lebih besar dari Ft=4,02 pada taraf signifikansi a = 0,05, dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok XA=78,80 > Xn-A=75,93 (Sopah, 1999: 120 – 121). Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Pada percobaan kedua Fo=8,44 lebih besar dari Ft=3,96 pada taraf signifikansi a = 0,05, dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok adalah XA=18,55 > Xn-A=15,98 (Sopah,1998: 99-100). Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS.

Hasil kedua percobaan menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS.

4. Penutup

Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:

Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:

- Percobaan ini dilakukan dengan mengambil sampel salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Walaupun sampel ini diambil secara acak, namun jumlahnya sangat terbatas, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah yang lebih luas. Untuk itu, perlu penelitian sejenis lainnya dengan sebaran dan wilayah sampel yang lebih luas. Dengan dukungan hasil penelitian sejenis ini maka diharapkan dapat merupakan bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran ARIAS di Sekolah Dasar.

- Waktu yang digunakan untuk percobaan ini juga terbatas. Percobaan hanya berlangsung selama satu catur wulan. Karena waktunya terbatas, maka bahan atau materi yang diberikan juga terbatas, belum begitu banyak. Meskipun dalam percobaan ini telah dilakukan pengendalian secara cermat, namun karena terbatasnya waktu dan bahan yang diberikan kemungkinan adanya pengaruh variabel lain yang tidak terkendali dapat terjadi. Untuk itu, perlu adanya penelitian lanjutan yang waktunya lebih lama, bahan/materi yang diberikan lebih banyak, sehingga dapat lebih mencerminkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak.

- Bidang studi yang digunakan terbatas pada satu bidang studi bahkan satu subbidang studi. Hasil baik yang diperoleh dalam subbidang studi ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada bidang studi lain. Karena itu juga perlu adanya penelitian sejenis lainnya pada berbagai bidang studi, sehingga dapat mencerminkan besarnya pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa.

- Dalam percobaan ini satuan pelajaran yang disusun menurut model pembelajaran ARIAS, baik untuk pegangan guru maupun sebagai bahan/materi bagi murid disusun oleh penulis. Satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS ini dicobakan dan ternyata hasilnya baik. Hasil baik ini mungkin perlu didukung oleh penelitian sejenis lainnya di mana satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS disusun oleh guru bersangkutan. Dengan demikian akan terlihat apakah memang satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS yang disusun oleh guru dengan berbagai macam keterbatasannya juga akan mencapai hasil yang lebih baik.

Pustaka Acuan :

Beard, Ruth M. dan Senior, Isabel J. 1980. Motivating students. London: Routledge and Kegan Paul Ltd.
Bloom, Benjamin S.1982. Human characteristics and school learning. New York: McGraw-Hill Book Company.
Bohlin, Roy M. 1987. Motivation in instructional design: Comparison of an American and a Soviet model, Journal of Instructional Development vol. 10 (2), 11-14.
Callahan, Sterling G. 1966. Successful teaching in secondary schools. Chicago: Scott, Foreman and Company.
Davies, Ivor K. 1981. Instructional technique. New York: McGraw Hill Book Company.
DeCecco, John P. 1968. The psychology of learning and instructions: Educational psychology. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1998. Laporan EBTANAS SD. Palembang: Depdikbud Kodya Palembang.
Dick, Walter dan Reiser, Robert A. 1989. Planning effective instruction. Boston: Allyn and Bacon.
Gagne, Robert M, dan Briggs, Leslie J. 1979. Principles of instructional design. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Gagne, Robert M. dan Driscoll, Marcy P. 1988. Essentials of learning for instruction. Englewood Cliffs, NJ.: Prentice-Hall, Inc.
Hendorn, James N. 1987. Learner interests, achievement, and continuing motivation in instruction, Journal of Instructional Development, Vol. 10 (3), 11-14.
Hilgard, Ernest R. dan Bower, Gordon H. 1975. Theories of learning. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, Inc.
Hopkins, Charles D. dan Antes, Richard L. 1990. Classroom measurement and evaluation. Itasca, Illinois: F.E. Peacock Publisher, Inc.
Keller, John M. 1983. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth (ed.), Instructional design theories and models, 383-430. Hillsdale, NJ.: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.
________ 1987. Development and use of ARCS model of instructional design, Journal of Instructional Development, Vol. 10 (3), 2-9.
Keller, John M. dan Thomas W. Kopp. 1987. An application of the ARCS model of motivational design, dalam Charles M. Reigeluth (ed), Instructional theories in action, 289-319. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.
Lastri, M.T.F. 1993. Kemampuan murid SD memprihatinkan, Kompas, 14 Juli, 12.
Lefrancois, Guy R. 1982. Psychology for teaching. Belmont, CA: Wadsworth Publishing Company.
McClelland, David C. 1987. Memacu masyarakat berprestasi. Terjemahan Siswo Suyanto dan W.W. Bakowatun. Jakarta: CV. Intermedia.
Morris, William (ed) 1981. The American heritage dictionary of English language. Boston: Houghton Miflin Company. Petri, Herbert L. 1986. Motivation: Theory and research. Belmont, CA: Wadsworth Publishing Company.
Prayitno, Elida 1989. Motivasi dalam belajar. Jakarta: PPPLPTK.
Reigeluth, Charles M. dan Curtis Ruth V. 1987. Learning situations and instructinal models, dalam Robert M. Gagne (ed.), Instructional technology foundations, 175-206. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers. Semiawan, Conny R. 1991.
Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam Conny R. Semiawan dan Soedijarto (ed.), Mencari strategi pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI, 165-175. Jakarta: Grasindo. Soekamto, Toeti 1994. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta, 30 Juli.
Sopah, Djamaah 1998. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa, Laporan penelitian. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya.
________ 1999. Pengaruh model pembelajaran ARIAS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa, Disertasi. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta.
Suryabrata, Sumadi 1982. Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Depdikbud.

RIWAYAT HIDUP

Djamaah Sopah, lahir di Penggage, 14 April 1944. Menyelesaikan Sarjana Muda Pendidikan dari IKIP Bandung Cabang Palembang tahun 1967 dan Sarjana Pendidikan jurusan Pendidikan Umum di FKIP Unversitas Sriwijaya tahun 1974. Pada tahun 1982 mengikuti pendidikan Pascasarjana di University of Kentucky, USA, dan memperoleh gelar Master of Science in Education dalam bidang Curriculum & Instruction tahun 1984. Pada tahun 1985 mendapat ijazah Akta Mengajar V dari Universitas Terbuka. Tahun 1999 memperoleh gelar Doktor dalam bidang Teknologi Pendidikan dari IKIP Jakarta.

Dari tahun 1962 sampai tahun 1974 pernah menjadi guru dan Kepala SD, guru SMP, guru SPSA, serta guru dan Kepala SPG. Sejak tahun 1974 sampai sekarang menjadi dosen pada FIP/FKIP Universitas Sriwijaya. Di samping itu pernah menjadi Koordinator Instructional Improvement Network-WUAE, BKS/B-USAID 1985-1990. Instruktur pada penataran Pengembangan Pembelajaran di berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Wilayah Indonesia Bagian Barat dan berbagai PTS di KOPERTIS Wilayah II (1984-1990). Pada tahun 1987 diundang sebagai instruktur pada "the WUAE-BKS/B Training Institute" University of Kentucky, USA.

Artikel ilmiah yang pernah ditulis antara lain: "Komunikasi antara Orangtua dan Anak" disajikan pada Diskusi Panel ISWI Palembang, 1990. "Transparansi OHP sebagai Media Instruksional" (Suara Guru No. 5 Th. XLVI/1997). "Motivasi Berprestasi, Perhatian Orangtua dan Hasil Belajar" (Forum Kependidikan No. 2 Th. XIII/1996). Sedangkan seminar/workshop internasional yang pernah diikuti antara lain "Mid-Winter Community Seminar (Tuskeege, USA, 1982).

"The International Development Training Workshop" (Lexington, USA, 1983).

Sumber: Pusat Statistik Pendidikan, Balitbang – Depdiknas

About these ads

84 Tanggapan

  1. Bagus maju trus … guru sebaiknya banyak menulis. Salam.

  2. Salam buat Pak Djamaah Sopah …

    -Penggage generation-

  3. trimakasih pak Djamaah Sopah dudah ngasih inspirasi saya jadi tertarik bikin portopolio tentang Model Pembelajaran ARIAS

  4. assalamu’alaikum wr..wb..
    perkenalkan pak…nama saya susi, mahasiswa pascasarjana UPI. terusterang saya masih terbatas pengetahuan tentang model pembelajaran arias. lebih spesifik lagi, saya ingin mencoba melakukan penelitian untujk tesis tentang model pembelajaran arias ini terutama pada pembelajaran sains karena saya mahaisiswa program studi pendidikan dasar konsentrasi sains SD, mohon bantuannya,

  5. apa yang dimaksud Teknik pembelajaran dan apakah sama dengan metode pembelajaran

  6. Pak, saya seorang mahasiswa sedang mendapat pelajaran seminar dengan mengajukan sebuah proposal dimana saya membahas tentang arias. Saya mohon bapak berkenan atas bantuannya tentang dimana saya bisa mendapatkan sumber-sumber yang lain untuk makalah saya atau teori yang berhubungan dengan arias tersebut?

  7. Assmlk. pak saya tertarik dengan model pembelajaran ARIAS. tapi saya masih bingung dengan syntac dan contoh real dengan pembelajaran tersebut. saya masih seorang mahasiswa semester 5. saya mohon pada bagaimana syntac pembelajaran ARIAS?

  8. pak DjamaahSopah, saya akan mengadakan penelitian ttg model ARIAS ini utk itu mohon informasi dan penjelasan lebih lengkapnya mengenai model ini & bantuannya dimana saya bisa mendapatkan sumber-sumber lainnya ttg model ini. tolng email saya ya,pak, ienmyunk@yahoo.com, trimakasih sblmny

  9. Aslm. pak Djamaah saya fuji mahasiswi PLS UNJ yang sedang membuat proposal usulan dan saya tertarik mengambil tentang ARIAS ini. tetapi yang menjd pertanyaan saya apakah sama metode dgn model pembelajaran krn sy pernah pernah melhat karya ilmiah yg berjudul metode arias?apkh model ini bisa diterapkan di anak jalanan krn sy meneliti di PKBM yg mayoritas peserta didiknya adlh anak jalanan? apakah metode arias ini bisa digunakan hanya untuk meningkatkan motivasi belajar saja?apakh terkait juga dgn hasil belajar? apkh arias hrs mbuat sataun pelajaran dl? jika ga apkah bs krn tempt yg sy teliti sudaha da silabinya dari diknas?mhn bimbingannya pakk krn sy msh bingung penerapan model arias ini. ditunggu balasannya ke email saya (kudunk_keren@yahoo.co.id). tolong bantu saya pak untuk mndptkan teori yg lebih luas lg tentang aris ini. terima kasih sebelumnya…

  10. tolong bantu saya pak untuk mengetahui lebih jelasnya lagi tentang arias ini? apakah bisa diterapkan di anak jalanan?dan apakah motivasi belajar terkait juga dengan hasil belajar?lalu apkah saya juga harus meletakkan teori hasil belajar d dlm kerangka teori ?.mksih sebelumnya.

  11. tolong bantu saya pak untuk mengetahui lebih jelasnya lagi tentang arias ini? apakah bisa diterapkan di anak jalanan?dan apakah motivasi belajar terkait juga dengan hasil belajar?lalu apkah saya juga harus meletakkan teori hasil belajar d dlm kerangka teori ?.mksih sebelumnya.ditunggu jawabannya.

  12. salam
    Yth. Bpk. Djamaah Sopah
    Perkenalkan, nama saya aisyah..
    sy mahasiswa semester 7 jurusan pendidikan biologi.
    saya tertarik mengambil model arias untuk skripsi saya.
    Mohon dibantu untuk rekomendasi buku-buku nya, bisa saya dapat dimana ya pak?
    mhn dibalas ke email sy ya pak, alamatnya:
    althafassahy@yahoo.com
    Semoga kesuksesan selalu menyertai bapak dan keluarga
    terimakasih
    salam

  13. slmt sore pak. mohon informasi dari bapak untuk sintaks atau langkah-langkah pembelajaran dari model arias ini? dan mohon solusi dari bpk, model ini cocoknya di materi apa dalam fisika? tapi yang saya harapkan sintaksnya pak. tolong di bls ke email saya yuli_puspita@yahoo.co.id. trimaksih

  14. pak,,, saya minta tolong berapa point meningkat prestasi belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran arias pada penelitian bapak. tolong di balas ke email saya pak ya… lenyparsia_03@yahoo.co.id

  15. Tolong jelaskan mata pelajaran apa yang diterapkan model ARIAS pada penelitian ibu? Penelitian ARIAS bisa dipakai oleh bidang studi apa saja?

  16. maaf pa tolong jelaskan mengenai mata pelajaran yang bapak jadikan subjek penelitian ARIAS ini… trimakasih…

  17. pak, saya minta tolong dijelaskan metode arias ini apakah dapat diterapkan di sma mata pelajaran kimia?spesifik untuk karakteristik materi yang bagaimana?tolong y pak, saya butuh bgt penjelasan dari bapak..tolong dibales ke email saya:faraasyaqu@yahoo.com, trima kasih

  18. bapak saya adalah mahasiswa yang sedang dalam tahap membuat skripsi. saya tertarik untuk mengambil tema model pembelajaran ARIAS. pembelajaran ARIAS ini dapat diterapkan dalam mata pelajaran apa saja? & apakah sudah ada buku-buku tentang model pembelajaran ini? kalau sudah ada judul2nya apa dan karangan siapa? please…tolong banget pak, saya kesulitan dalam mencari referensinya. mohon balesannya ya pak…terimakasih…..

  19. mohon balesannya ya bapak…. bales ke email saya di asihganisanti_tp04@yahoo.co.id. terimakasih….

  20. Bapak mohon bantuan dan informasinya mengenai langkah-langkah pembelajaran ARIAS untuk mata pelajaran fisika SMP, juga referensi yang menunjang model pembelajaran ini. Terima kasih atas atensi bapak

  21. bapak mohon balasannya ya… saya bener-bener butuh referensi tentang model pembelajaran arias. dosen saya sudah ACC judul skripsi saya tentang model pembelajaran arias dan sekarang saya mempunyai kendala dalam mencari referensinya…mohon bantuannya ya bapak…
    bapak bisa balas ke ke email saya di asihganisanti_tp04@yahoo.co.id
    terima kasih…

  22. pak,saya seorang mahasiswa. saya tertarik dengan pembelajaran menggunakan metode ARIAS. tapi saya kesulitan mendapatkan bukunya. saya sudah mencarinya di gramedia tapi bukunya tidak saya temukan. di mana saya bisa mendapatkannya? mahon bantuannya. terima kasih.

  23. Pak, saya minta tolong dijelaskan model pembelajaran ARIAS ini, apakah dapat diterapkan di SMA mata pelajaran kimia..? spesifik untuk karakteristik materi yang bagaimana..??. Tolong ya pak, saya butuh sekali penjelasan dari bapak.? tolong di balas ke email ini (Alambima) alamsyah.bima@yahoo.co.id

    Contoh materi yang cocok untuk model pembelajaran ARIAS seperti materi kimia SMA yang bagaimana. mohon penjelasannya.

  24. pak,saya seorang mahasiswa. saya tertarik dengan pembelajaran menggunakan metode ARIAS. tapi saya kesulitan mendapatkan bukunya. saya sudah mencarinya di gramedia tapi bukunya tidak saya temukan. di mana saya bisa mendapatkannya? mahon bantuannya. terima kasih.

    bapak bisa balas ke email saya (efitri29@yahoo.com)

  25. pak, sama dengan teman-teman yang lain saya juga termasuk orang yang tertarik dengan pembelajaran ARIAS hanya saja tidak mengerahui bagaimana cara mendapatkan sumber yamg lain mohon dijelaskan sumber lian yang bisa saya dapat?terutama jika dihubungkan dengan kimia

  26. Asswrwb.
    Saya akan mengadakan PTK dengan menerapan model pembelajaran arias ini tapi saya belum tau sintak-sintaknya dan referensi apa saja yang bisa saya gunakan, mohon bantuannya…terima kasih.

  27. Pak, saya seorang mahasiswa unesa surabaya yang sedang mengerjakan skripsi. saya bermaksud untuk membahas tentang arias. tetapi saya kesulitan untuk mendapatkan teori yang berhubungan dengan arias. Saya mohon bapak berkenan membantu dimana saya bisa memperolehnya?
    mohon dibalas di “cakkamto@gmail.com”
    terima kasih atas bantuan bapak

  28. pal..saya seorang mahasiswa UNRI yang sedang mengerjakan skripsi. saya sedang kesulitan mencari bahan tentang teori ARIAS. apakah bapak telah menulis ARIAS ni kedalam buku???..tolong bantuannya pak

  29. [...] Model Pembelajaran ARIAS [...]

  30. selamat siang pak
    pak saya mw tanya jdul bku yang mmbahas tntang model pmbelajaran ARCS
    trima kasih atas blasannya pak

  31. pak,saya mahASISWa SMSTER 8 jursaN biologi.saya memakai judul skripsi ttg model pembeljaran ARIAS,dan skrang saya butuh refrensi bukunya.judul buku untuk membantu saya ap pak?thanx

  32. saya mahasiswa smester 8,saya tertarik mau mengmbil penelitian model pembelajaran arias.sy udh cari bukunya di mana2,tapi ngx ada.tolong di blz ke youriotahasanahdiofman.supaya sy bisa mendapat bukunya. trmh kasih

  33. [...] Model Pembelajaran ARIAS [...]

  34. pak,saya mahASISWa SMSTER 6 jursaN biologi UNRI.saya memakai judul proposal ttg model pembeljaran ARIAS,dan skrang saya butuh refrensi bukunya.judul buku untuk membantu saya pak atau referensi yang lainnya
    makasih pak
    Balas

  35. [...] Model Pembelajaran ARIAS [...]

  36. mohon izin share ya…
    makasih…

  37. [...] Model Pembelajaran ARIAS [...]

  38. Pak, saya seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan Tesis. saya bermaksud untuk membahas tentang arias. tetapi saya kesulitan untuk mendapatkan teori yang berhubungan dengan arias. Saya mohon bapak berkenan membantu dimana saya bisa memperolehnya?
    mohon dibalas di “culisti@yahoo.co.id
    terima kasih atas bantuan bapak

  39. Pa, kira-kira model pembelajaran ARIAS ini cocok tidak untuk penelitian d SMA mata pelajaran kimia???

    jika bisa, materi apakah yang cocok?

    mohon balas d email saya…

    milie_alchemi@yahoo.co.id

  40. pa, saya mahasiswa yg saat ini sedang menyusun proposal skripsi tentang model ARIAS, Namun saya mengalami kesulitan karena tidak memiliki buku atau sumber terkait mengenai model ARIAS.Saya mohon bantuan bapak, tolong dibalas diemail saya( mariaulva12@yahoo.co.id)..
    terima kasih

  41. pa, saya mahasiswa yg saat ini sedang menyusun skripsi tentang model ARIAS, Namun saya mengalami kesulitan karena tidak memiliki buku atau sumber terkait mengenai model ARIAS.Saya mohon bantuan bapak, tolong dibalas diemail saya rienaney@yahoo.co.id
    trima kasih pak..
    wasalamkm

  42. mhon bimbingannya untk mncarikan materi yag berhubungan dg modl pmblajaran arias mt peljaran FISIKA unt SMA. guna pengajuan judl skripsi

  43. PAK MAU TANYA…..BISA GAK BERIKAN SAYA CONTH PROPOSAL MATEMATIKA DENFGAN MODEL THE GREAT WIND BLOWS

  44. pak, saya lagi nyusun skripsi tentang model pembelajaran arias, ,saya sangat kesulitan mendapatkan bukunya, , ,jadi dimana saya bisa membeli buku model pembelaran arias?

  45. selamat siang pak,
    saya rizka

    sekarang saya sedang menjalani skripsi,jd saya perlu banyak buku untuk referensi
    sya mau nanya pak, dimana ya saya mncari buku y berhubungn dengan ARIAS?

    saya di Medan
    mksih ya pak

  46. pak,,, saya mahasiswi jurusan biologi smster 6 yg sedang menyusun proposal, dan saya tertarik dgn model pmbelajaran ARIAS yg bpk bahas.. jika diperkenankan,,, saya ingin kira2 buku apa saja yg bisa saya jd kan rujukan?
    tolong di bls ke email saya pak di vega_hk@yahoo.co.id

  47. pak….
    saya mahasiswa jurusan matematika yang akan menyusun proposal, saya tertarik dengan model pembelajaran arias yang bapak bahas….
    jika diperbolehkan, saya ingin buku-buku yang menjadi referensi.
    tlong di bls ke fb saya pak di yulismanzega@yahoo.co.id bals

  48. aslm
    saya mahasiswa yg sedang menyusun skripsi tentang model pembelajaran arias, saya kesulitan mencari referansiny
    tolong saya dibertahu referansi atau buku tentang model pembelajaran ARIAS tlong d bls d email tatiqamubisa@yahoo.com
    trimakasih

  49. asalamualaikum
    saya mahasiswa FKIP matematika PGRI palembang. sungguh saya tertarik dengan model pembelajaran ARIAS. tp sulit sekali mendapat referensi atau buku – buku yang berkaitan dengan model pembelajaran ARIAS ini. mohon bantuannya…… klu bisa referensinya diatas tahun 2004 ya….. makasih…

    tolong dibalas di email kyoshiro_market87@yahoo.com

  50. pa boleh minta referensi buat skripsi tentang model pembelajaran arias, saya lagi butuh bangettt mohon info nya,

    trims

  51. pa boleh minta referensi buat skripsi tentang model pembelajaran arias, saya lagi nyusun skripsi tentang model tersebut dan kesulitan mendapatkan referensi nya…. mohon bantuannya.

    tolong di balas ke email saya kbkm88@gmail.com
    trims

  52. saya tertarik dengan metode arias ini pak, kira-kira judul buku yg membhas metode ini apa ya pak dan pengarangnya siapa pak?mohon dblas ke email sya pak di wiwikkulat@gmail.com

  53. Pak, saya mahasiswa yg saat ini sedang menyusun proposal skripsi tentang model ARIAS, Namun saya mengalami kesulitan karena tidak memiliki buku atau sumber terkait mengenai model ARIAS. Saya mohon bantuan informasi dari bapak, tolong dibalas diemail saya

  54. bisakah metode pembelajaran ARIAS ini digunakan untuk mata pelajran TI&K pak ???

  55. [...] Model Pembelajaran ARIAS [...]

  56. Pa saat ini saya sedang membuat skripsi melalui model pembelajaran ARIAS
    klo boleh tau siapa nama pengarangnya ya pa,,,? dan saya sangat butuh referensi ”buku model pembelajaran ARIAS” karena saya sangat ksulitan mencari buku ini pa…
    apa ya pa tlong krimin ke email saya ya pa…makasih banyak sblumnyaa..

    faulinafebriyanti@yahoo.co.id

  57. ass. saya mahasiswa stkip pgri t.agung,..saya sedang membuat skripsi dengan judul yang berkaitan dengan model pembelajaran arias, tapi kesulitan mencari buku referensinya,,,mohon saya dibantu …trim ws

  58. ass pak apa bisa metode pembelajaran arias diterapkan dalam bidang studi matematika? ..khususnya bab apa ? mohon dibalas,….trim w.s

  59. sukses buat para guru di Indonesia….

  60. sukses selalu buat guru

  61. assalamu’alaikum
    maaf bapak..saya ismi.saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi dengan pembahasannya menggunakan model pembelajaran ARIAS. Saya tertarik untuk meneliti tentang model pembelajaran ARIAS tetapi saya belum menemukan buku yang membahas model pembelajaran ini pak.mohon bantuannya jika ada link bisa dikirimkan ke alimah_mey@yahoo.co.id
    terimakasih

  62. asalamualaikum pak, saya minta bantuanya. bisa minta judul buku mengenai arias ini. mohon bantuanya pak..karna saya tertarik dengan model oembelajaran ini. mohon di dikirim atau dibalas, terimakasih sebelumnya

  63. assalamualaikum pak, saya marllina mahasiswa jurusan TEP, yang mau menulis proposal disertasi, saya sangat tertarik untuk meneliti tentang model pembelajaran ARIAS tetapi saya belum menemukan buku yang membahas model pembelajaran ini pak, apakah dalam bidang pendidikan Agama Islam bisa memakai model ini, kalau bisa saya mohon bantuannya pak.

  64. assalmualaikum pak, saya juga tertarik dgn model pembelajaran arias, masalahnya buku model pembelajaran arias belum saya temukan.

  65. assalmualaikum, saya abi. mohon bantuanya pak.
    ada referensi buku yang membahas tentang model pembelajaran ARIAS?
    tolong di balas ke email saya abis309@gmail.com
    trimakasi sebelumnya

  66. klo ada bku yg bhas model ARIAS tlng infonya donk..sy sngt memerlukannya. sdh dcri dstiap gramedia blm nemu.termksh atas kerjasamanya..tlgn kbri aku ya

  67. [...] Model Pembelajaran ARIAS [...]

  68. asalamualaikum
    pak lagi nyari buku mengenai arias …
    dimana ya,…
    email ku : spiderboy9130@yahoo.co.id

  69. asslm. mkasih banget datax pak. oiya, bapak bisa kasih referensi atau info tentang model pembelajaran ini? saya keliling toko buku d makassar tapi gak ada.skripsi sya ttg model pembelajaran ini. tlg banget yah pak. ini email saya sriwardana@ymail.com

  70. ASSALam
    Yth. Bpk. Djamaah Sopah
    Mohon dibantu untuk rekomendasi buku-buku nya, bisa saya dapat dimana ya pak?
    mhn dibalas ke email sy ya pak, alamatnya:
    dilanurfadilaha@yahoo.co.id
    Semoga kesuksesan selalu menyertai bapak dan keluarga
    terimakasih
    WASSALAM

  71. pak saya sedang menggunakan model pembelajaran arias sebagai judul skripsi saya, tapi saya sulit mendapatkan buku referensinya.. tolong beri tahu saya pak buku referensi yang banyak membahas model pembelajara ini.. di tunggu scptny ya.. pak karna bulan desember 2012 sudah harus saya punya buku referensiny pak.. @adxtazman

  72. SELAMAT pagi ,,,,,
    saya binggung mencari buku model pembelajaran arias,saya perlu sekali buku ini pak ,tolong bantu saya pak ,saya cari -cari buku model ini saya tidak mendapatkanya,semua toko buku diBali tidak ada,diman saya hrus mencari buku ini pak?saya sangat tertarik menggunakan model pembelajran arias ini untuk bahan skripsi saya!pak saya mohon bantuanya,,terima kasih

  73. selamat pagi…..
    pak saya mohon bantuannya ya, seperti komentar2 seblumnya saya mw tanya referensi buku untuk model pembelajaran ARIAS ini dapat di cari di mana ? karna saya sdah mncari di toko buku yang ada di Jogja tidak ada. mhon bantuannya ya pak, karna saya btuh referensi buku nya untuk skripsi saya. tlong di balas ke email saya ya pak :nurulhilalliyah@rocketmail.com.
    Terima kasih

  74. pak saya mohon saya minta judul referensi model ARIAS ini, saya butuh buat skripsi saya
    tolong balas di email saya : iva.mbem@yahoo.com

  75. slamat siang pak, saya mohon bantuan dari bapak, dalam judul penelitian skripsi saya, saya menggunakan model pembelajaran arias, tapi sulit mendapatkan sumber referensi primer nya.. tolong bantuan bapak, bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan referensinya, tolong di balas di email saya: yusufanggar@ymail.com terima kasih

  76. […] Model Pembelajaran ARIAS […]

  77. slamat sore pak, saya mohon bantuan dari bapak, dalam judul penelitian skripsi saya, saya menggunakan model pembelajaran arias, tapi sulit mendapatkan sumber referensi primer nya.. tolong bantuan bapak, bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan referensinya, tolong di balas di email saya: yuky_kartikasari@yahoo.com..
    terima kasih

  78. selamat sore p’
    saya ingin bertanya tentang judul buku yang membahas tentang arias
    terkait dengan skripsi yang saya susun, saya sangat membutuhkan bantuan dari bapak
    terima kasih banyak sebelumnya …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: