Buku Saku KTSP (3)

E. Struktur dan Muatan Kurikulum

Struktur Kurikulum

23. Apa yang dimaksud dengan struktur kurikulum ?

Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.

24. Apa dasar dan ketentuan struktur kurikulum ?

Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri (lihat tabel di bawah).
  2. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu dan IPS Terpadu.
  3. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
  4. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
  5. Minggu efektif dalam satu tahun pembelajaran (dua semester) adalah 34 – 38 minggu.



Komponen Kelas dan Alokasi Waktu

VII VIII IX

A. Mata Pelajaran

  1. Pendidikan Agama 2 2 2

  2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2

  3. Bahasa Indonesia 4 4 4

  4. Bahasa Inggris 4 4 4

  5. Matematika 4 4 4

  6. Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 4

  7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4

  8. Seni Budaya 2 2 2

  9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2

  10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2

B. Muatan Lokal 2 2 2

C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*)

Jumlah 32 32 32

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Muatan Kurikulum

25. Apa isi muatan kurikulum ?

Muatan kurikulum meliputi : mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

26. Mata pelajaran dikelompokkan menjadi lima. Sebutkan !

Lima kelompok mata pelajaran tersebut adalah :

a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

d. Kelompok mata pelajaran dan estetika

e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

27. Apakah maksud dari setiap kelompok mata pelajaran ?

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
  3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri.
  4. Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasikan keindahan dan harmoni.
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

28. Apakah sekolah boleh menambah mata pelajaran ?

Boleh, sesuai dengan kekhasan daerah/satuan pendidikan dan diselenggarakan sebagai mata pelajaran muatan lokal.

IPA dan IPS Terpadu

29. Apa yang dimaksud dengan IPA terpadu ?

Pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika, Kimia, Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching.

30. Apa yang dimaksud dengan IPS terpadu ?

Pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPS (Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching.

Seni Budaya

31. Berapa banyak bidang seni yang dapat diajarkan pada mata pelajara seni budaya ?

Minimal satu bidang seni (seni rupa, seni rupa, seni tari, atau seni teater).

Keterampilan/TIK

32. Apakah mata pelajaran keterampilan / TIK harus dilaksanakan keduanya ?

Tidak, satuan pendidikan memilih salah satu mata pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kesiapan suatu pendidikan. Apabila sekolah memiliki sumber daya pendidikan yang memadai untuk penyelenggaraan kedua mata pelajaran tersebut, salah satu mata pelajaran dikembangkan sebagai mata pelajaran muatan lokal atau pengembangan diri.

33. Jika sekolah memilih menyelenggarakan mata pelajaran keterampilan, berapa aspek keterampilan yang harus diajarkan ?

Aspek keterampilan yang harus diajarkan yaitu aspek kerajinan dan aspek teknologi. Pada aspek teknologi dipilih minimal satu subaspek (teknologi rekayasa, teknologi budidaya, atau teknologi pengolahan).

Muatan Lokal

34. Apa yang dimaksud dengan mata pelajaran muatan lokal ?

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan.

35. Apa ruang lingkup muatan lokal ?

Ruang lingkup muatan lokal meliputi :

a. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan untuk :

  • Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah.
  • Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan perekonomian daerah.
  • Meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris untuk memenuhi tuntutan keperluan sehari-hari, dan menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat).
  • Meningkatkan kemampuan berwirausaha.

b. Lingkup isi/jenis muatan lokal, dapat berupa : bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.

36. Siapa yang membuat standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal ?

Dinas pendidikan provinsi menyusun standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal wajib dan disahkan oleh Gubernur. Satuan pendidikan menyusun standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal pilihan satuan pendidikan.

37. Berapa jenis muatan lokal yang dapat diselenggarakan oleh sekolah ?

Minimal satu. Apabila sekolah menawarkan lebih dari satu mata pelajaran muatan lokal, setiap peserta didik tidak harus mengikuti semua muatan lokal yang ditawarkan. Namun demikian, semua peserta didik harus mengambil mata pelajaran muatan lokal wajib.

38. Berapa alokasi waktu muatan lokal yang diizinkan ?

Minimal 2 jam pelajaran dan maksimal 6 jam pelajaran.

39. Bagaimana implementasi muatan lokal di sekolah ?

Pembelajaran mata pelajaran muatan lokal dilaksanakan sama dengan mata pelajaran muatan nasional. Namun demikian, apabila sekolah yang bersangkutan menyelenggarakan beberapa muatan lokal, muatan lokal yang diselenggarakan setiap semester dapat berbeda-beda. Agar peserta didik mencapai kompetensi yang memadai, sebaiknya yang bersangkutan mengikuti satu atau dua jenis muatan lokal saja dari kelas VII hingga IX.

Pengembangan Diri

40. Apa yang dimaksud dengan pengembangan diri ?

Pengembangan diri merupakan kegiatan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/Madrasah yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.

41. Apa tujuan umum pengembangan diri ?

Tujuan umum pengembangan diri adalah untuk memberi kesempatan peserta didik mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi, dan perkembangan peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

42. Apa tujuan khusus pengembangan diri ?

Tujuan khusus pengembangan diri adalah untuk menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan kehidupan beragama, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan perencanaan karier, kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian.

43. Pengembangan diri meliputi kegiatan apa saja ?

Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/Madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik.

Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen :

1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan :

  1. Kehidupan pribadi
  2. Kemampuan sosial
  3. Kemampuan belajar
  4. Wawasan dan perencanaan karir

2. Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan :

  1. Kepramukaan
  2. Latihan kepemimpinan, ilmiah remaja, palang merah remaja
  3. Seni, olahraga, cinta alam, jurnalisik, teater, keagamaan.

44. Bagaimana cara menentukan program pengembangan diri ?

Program pengembangan diri ditentukan sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Untuk mengetahui bakat dan minat mereka, angket dapat disebarkan kepada peserta didik.

45. Bagaimana mekanisme pelaksanaan pengembangan diri ?

Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah sesuai dengan jadwal kegiatan.

46. Bagaimana bentuk pelaksanaan pengembangan diri ?

a. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan :

  1. Layanan dan kegiatan pendukung konseling
  2. Kegiatan ekstrakurikuler

b. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut :

  1. Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan secara terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
  2. Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
  3. Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang ain, datang tepat waktu.

47. Siapa yang membimbing kegiatan diri ?

Pendidik, instruktur, dan alumni di bawah koordinasi konselor (guru BK/BP).

48. Berapa jam alokasi waktu pengembangan diri ?

Alokasi waktu pengembangan diri setara (ekuivalen) dengan 2 jam pelajaran.

49. Bagaimana penilaian pengembangan diri ?

Penilaian pengembangan diri dilakukan dengan cara observasi dan bentuk nilainya diberikan secara kualitatit deskriptif.

50. Siapa yang melakukan penilaian pengembangan diri ?

Penilai pengembangan diri dilakukan oleh pembimbing kegiatan pengembangan diri di bawah koordinasi konselor (guru BK/BP).

Sistem Penyelenggaraan Pendidikan

51. Sistem apakah yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan ?

Sistem paket atau sistem kredit semester.

52. Apa yang dimaksud dengan sistem paket ?

Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang setara didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan.

53. Apa yang dimaksud sistem kredit semester ?

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

Beban Belajar

54. Bagaimana bentuk rumusan beban belajar ?

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak teratur.

55. Apa yang dimaksud dengan kegiatan tatap muka ?

Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.

56. Apa yang dimaksud dengan penugasan terstruktur ?

Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.

57. Apa yang dimaksud dengan kegiatan mandiri tidak terstruktur ?

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

58. Berapa banyak tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang dapat diberikan kepada peserta didik ?

Tugas terstruktur dan mandiri tidak terstruktur harus dapat diselesaikan dengan maksimal 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pembelajaran yang bersangkutan.

Ketuntasan Belajar

59. Apa yang dimaksud dengan ketuntasan belajar ?

Ketuntasan belajar adalah tingkat ketercapaian kompetensi setelah peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran.

60. Apa yang dimaksud dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) ?

Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah batas minimal pencapaian kompetensi pada setiap aspek penilaian mata pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik.

61. Bagaimana menentukan KKM ?

KKM ditentukan melalui analisis tiga hal, yaitu tingkat kerumitan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata siswa, dan tingkat kemampuan sumber daya dukung sekolah.

62. Siapa yang menentukan KKM ?

Kesempatan kelompok guru mata pembelajaran berdasarkan hasil analisis SWOT satuan pendidikan yang bersangkutan.

63. Berapa persen kriteria ketuntasan minimal yang ideal ?

Kriteria ketuntasan minimal ideal adalah 75%.

64. Apakah sekolah boleh menetapkan kriteria ketuntasan minimal lebih rendah atau lebih tinggi dari 75% ?

Boleh, menyesuaikan dengan memperhatikan/mempertimbangkan tingkat kerumitan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata siswa, dan tingkat kemampuan sumberdaya dukung sekolah.

65. Bagaimana perlakuan terhadap peserta didik yang belum tuntas dan yang sudah tuntas ?

Peserta didik yang belum tuntas diberi program remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberi program pengayaan.

66. Apa yang dimaksud dengan remedial ?

Program remedial adalah kegiatan pembelajaran yang ditujukan untuk membantu peserta didik mencapai atau menguasai kompetensi dasar dengan LKM yang ditetapkan.

Remedial dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif. Penilaian kegiatan remedial dapat dilakukan melalui tes maupun penugasan.

67. Apa yang dimaksud dengan program pengayaan ?

Program pengayaan adalah program pendalaman kompetensi yang diberikan kepada peserta didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal agar peserta didik yang bersangkutan memiliki kompetensi yang lebih luas dan tinggi.

68. Bolehkah KKM diubah ?

Boleh, dan diharapkan KKM dinaikan dari waktu ke waktu.

Kenaikan Kelas dan Kelulusan

69. Apa kriteria kenaikan kelas ?

  • Tuntas pada seluruh SK dan KD sesuai dengan KTSP
  • Peserta didik harus mengulang di kelas yang sama bila tidak menuntaskan SK dan KD lebih dari empat mata pelajaran.
  • Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.
  • Jika karena alasan yang kuat, misalnya karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil, peserta didik yang bersangkutan dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.

70. Apa kriteria kelulusan ?

Peserta didik dapat dinyatakan lulus apabila yang bersangkutan :

  • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
  • Lulus ujian sekolah/Madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dan
  • Lulusan ujian nasional

Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills)

71. Apa yang dimaksud dengan kecakapan hidup (life skills) ?

Kecakapan hidup (life skills) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.

72. Apa tujuan pendidikan kecakapan hidup ?

Tujuan umum pendidikan kecakapan hidup adalah memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya di masa mendatang secara menyeluruh.

Tujuan khusus pendidikan kecakapan hidup adalah :

a.Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah, misalnya narkoba dan sosial.

b.Memberikan wawasan yang luas mengenai pengembangan karier peserta didik.

c.Memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

d.Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas (broad-based education).

e.Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya dilingkungan sekolah dan di masyarakat sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.

73. Kecakapan hidup apa saja yang dikembangkan melalui pembelajaran ?

a. Kecakapan personal, meliputi :

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berpikir rasional, memahami diri sendiri, percaya diri, bertanggung jawab, menghargai dan menilai diri.

b. Kecakapan sosial, meliputi :

Kecakapan kerjasama, menunjukan tanggung jawab sosial, mengendalikan emosi, berinteraksi dalam budaya lokal dan global, berinteraksi dalam masyarakat, meningkatkan potensi fisik, membudayakan sikap disiplin, membudayakan sikap hidup sehat.

c. Kecakapan akademik, meliputi :

Menguasai pengetahuan, menggunakan metode dan penelitian ilmiah, bersikap ilmiah, mengembangkan kapasitas sosial untuk belajar sepanjang hayat, mengembangkan berpikir strategis, berkomunikasi secara ilmiah, memperoleh kompetensi lanjut akan ilmu pengetahuan dan teknologi, membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah secara mandiri, menggunakan teknologi, menggunakan pengetahuan, dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.

d. Kecakapan vokasional, meliputi :

Keterampilan yang berkaitan dengan kejujuran (misalnya menjahit, bertani, beternak, dan otomotif), keterampilan bekerja, keterampilan berwirausaha, keterampilan menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keterampilan merangkai alat.

74. Bagaimana mengimplementasikan pendidikan kecakapan hidup di sekolah ?

Pendidikan kecakapan hidup diintegrasikan ke dalam beragam mata pelajaran yang ada di tingkat satuan pendidikan. Misalnya, dalam pembelajaran matematika tidak konsep-konsep matematika yang diajarkan, akan tetapi juga kecakapan lainnya seperti bekerjasama dan berkomunikasi.

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

75. Apa yang dimaksud dengan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global ?

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi, ekologi, dan lain-lain, yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

76. Bagaimana penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global ?

Pendidikan berbasis keunggulan dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. Satuan pendidikan dapat dimasukan potensi lokal untuk diintegrasikan ke dalam mata pelajaran tertentu sebagai sumber belajar.

Contoh pendidikan berbasis keunggulan lokal :

Potensi lokal daerah Jepara, sebagai produsen ukiran kayu, dapat dijadikan sumber belajar pada mata pelajaran seni budaya (seni rupa), IPS (kegiatan ekonomi, sosial budaya/hubungan motif ukiran dengan sejarah), keterampilan pada aspek kerajinan.

Contoh pendidikan berbasis keunggulan global :

Perkembangan teknologi dengan tersedianya layanan internet yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk semua mata pelajaran.

Buku Saku KTSP (2)

Buku Saku KTSP (4)

About these ads

2 Tanggapan

  1. Salut atas kreatifitasnya, semoga menjadi penyemangat bagi diri saya sendiri untuk mau berkiprah lebih giat lagi bagi kepentingan umum-kemajuan PENDIDIKAN di Bumi Pertiwi, terima kasihhhh Wassalamu’alaikum

  2. Terima kasih atas infonya yang luar biasa, sangat mambantu saya dalam memahami dunia yang akan saya geluti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: