Metode Debat

Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan [...]

Metode Role Playing

Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan [...]

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Metode pemecahan
masalah (problem solving)
adalah penggunaan
metode dalam kegiatan
pembelajaran dengan jalan
melatih siswa menghadapi
berbagai masalah baik itu
masalah pribadi atau
perorangan maupun
masalah kelompok untuk
dipecahkan sendiri atau
secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya
adalah investigasi dan
penemuan yang pada
dasarnya adalah
pemecahan masalah.
Adapun keunggulan
metode problem solving
sebagai berikut: 1. Melatih
siswa untuk mendesain
suatu penemuan. 2.
Berpikir dan bertindak
kreatif. 3. Memecahkan
masalah yang dihadapi
secara realistis 4.
Mengidentifikasi dan
melakukan penyelidikan. 5.
Menafsirkan dan
mengevaluasi hasil
pengamatan. 6.
Merangsang
perkembangan kemajuan
berfikir siswa untuk
menyelesaikan masalah
yang dihadapi dengan
tepat. 7. Dapat membuat
pendidikan sekolah lebih
relevan dengan kehidupan,
khususnya dunia

Pembelajaran Berdasarkan Masalah

Pembelajaran Berdasarkan
Masalah Problem Based
Instruction (PBI)
memusatkan pada masalah
kehidupannya yang
bermakna bagi siswa,
peran guru menyajikan
masalah, mengajukan
pertanyaan dan
memfasilitasi penyelidikan
dan dialog. Langkah-
langkah: 1. Guru
menjelaskan tujuan
pembelajaran. Menjelaskan
logistik yang dibutuhkan.
Memotivasi siswa terlibat
dalam aktivitas pemecahan
masalah yang dipilih. 2.
Guru membantu siswa
mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas
belajar yang berhubungan
dengan masalah tersebut
(menetapkan topik, tugas,
jadwal, dll.) 3. Guru
mendorong siswa untuk
mengumpulkan informasi
yang sesuai, melaksanakan
eksperimen untuk
mendapatkan penjelasan
dan pemecahan masalah,
pengumpulan data,
hipotesis, pemecahan
masalah. 4. Guru
membantu siswa dalam
merencanakan dan
menyiapkan karya yang
sesuai seperti laporan dan
membantu mereka

Cooperative Script

Skrip kooperatif adalah
metode belajar dimana
siswa bekerja berpasangan
dan secara lisan
mengikhtisarkan bagian-
bagian dari materi yang
dipelajari. Langkah-
langkah: 1. Guru membagi
siswa untuk berpasangan.
2. Guru membagikan
wacana / materi tiap siswa
untuk dibaca dan membuat
ringkasan. 3. Guru dan
siswa menetapkan siapa
yang pertama berperan
sebagai pembicara dan
siapa yang berperan
sebagai pendengar. 4.
Pembicara membacakan
ringkasannya selengkap
mungkin, dengan
memasukkan ide-ide pokok
dalam ringkasannya.
Sementara pendengar
menyimak / mengoreksi /
menunjukkan ide-ide pokok
yang kurang lengkap dan
membantu mengingat /
menghapal ide-ide pokok
dengan menghubungkan
materi sebelumnya atau
dengan materi lainnya. 5.
Bertukar peran, semula
sebagai pembicara ditukar
menjadi pendengar dan
sebaliknya, serta lakukan

Picture and Picture

Picture and Picture adalah
suatu metode belajar yang
menggunakan gambar dan
dipasangkan / diurutkan
menjadi urutan logis.
Langkah-langkah: 1. Guru
menyampaikan kompetensi
yang ingin dicapai. 2.
Menyajikan materi sebagai
pengantar. 3. Guru
menunjukkan /
memperlihatkan gambar-
gambar yang berkaitan
dengan materi. 4. Guru
menunjuk / memanggil
siswa secara bergantian
memasang / mengurutkan
gambar-gambar menjadi
urutan yang logis. 5. Guru
menanyakan alas an /
dasar pemikiran urutan
gambar tersebut. 6. Dari
alasan / urutan gambar
tersebut guru memulai
menanamkan konsep /
materi sesuai dengan
kompetensi yang ingin
dicapai. 7. Kesimpulan /
rangkuman. Kebaikan: 1.
Guru lebih mengetahui
kemampuan masing-masing
siswa. 2. Melatih berpikir
logis dan