IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Oleh: Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Kisyani Laksono

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.

Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.

A. Diagnosis dan Penetapan Masalah

Masalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Oleh karena itu, diagnosis masalah hendaknya tidak dilakukan oleh dosen lalu “ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkan tetapi sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. Pada kenyataannya dosen dapat mengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen.

Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. Dosen baru-boleh mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya.

Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru dan dosen harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu, misalnya 2 minggu atau satu bulan, rumusan masalahnya, atau hipotesis tindakannya, atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. Dalam kegiatan di kelas, guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan pengelolaan kelas, proses belajar-mengajar, pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar, maupun sebagai wahana peningkatan personal dan profesional.
PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar, 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar, 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif, dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar, 2) mengembangkan kurikulum, 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar, dan 4) memperbaiki metode evaluasi. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga, 2) sumber-sumber lingkungan, dan 3) peralatan tertentu. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa, guru, dan orang tua, 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar, 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa, serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. Jadi, masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”, dapat “ditindaki”, dan “ditindaklanjuti”. Contoh permasalahan ada di Lampiran 1.

Dari sekian banyak kemungkinan masalah, guru bersama dosen perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan pemecahannya dalam penelitian yang akan dilakukan bersama itu.

Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama oleh dosen dan guru setelah menganalisis seluruh pilihan masalah, minat, dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan bersama antara guru dan dosen dapat berupa rumusan sebagai berikut: Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar?
Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa:

  • Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut;

  • Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik, aktif berpikir)?

  • Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya?

  • Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi?

  • Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif?

Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut.
Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan.

Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah.

Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan.

Tujuan penelitian:Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini.
Misalnya dipilih masalah sebagai berikut.

Isu : Siswa kurang aktif di kelas, cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya.

Masalah : Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas, aktif secara utuh (sedapat mungkin “hands on” atau “minds on”, bahkan juga kalau mungkin “hearts on”).
Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas?
Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk “Masalah apa yang terjadi di kelas, bagaimana upaya mengatasinya, apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu, di kelas, dan sekolah mana hal itu terjadi?”

Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara “hands on”, “minds on” maupun “hearts on” ?

Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian
Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara “hands on”, “minds on” maupun “hearts on”..

Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu, dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah.

B. Bentuk dan Skenario Tindakan

Gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih.
Dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru.

Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep, penggunaan lingkungan sekitar sekolah, penggunaan sungai, dan seterusnya), atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau STAD atau TGT atau GI, strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem posing .

Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Dalam makalah ini dilampirkan (Lampiran 2) contoh salah satu RP untuk pembelajaran dengan Problem Posing (Chotimah dkk., 2005).

C. Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Keberhasilan Tindakan

Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati.
1. Dari sisi proses

Dari sisi proses (bagan alirnya), instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal), proses (saat berlangsung), dan output (hasil).
a. Instrumen untuk input

Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. Di samping itu, mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan, misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal, buku teks dalam kondisi awal, dst.

b. Instrumen untuk proses

Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. Akan tetapi, format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih.
c. Instrumen untuk output

Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal, nilai peserta didik berkisar pada angka 50), maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

2. Dari sisi Hal yang Diamati

Selain dari sisi proses (bagan alir), instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. Dari sisi hal yang diamati, instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers), instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom), dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann,1992).

a. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers)

Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas, misalnya, tentang organisasi kelas, respon siswa terhadap lingkungan kelas, dsb. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record).

Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. Sejauh mungkin, catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri, yaitu:

pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas, tujuan, batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas, hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati, dan  pengamatan harus dilakukan secara objektif.

Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:

Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events),

Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form),

Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns),

Pengamatan Terstruktur (Structured Observation),

Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model),

Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions),

Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-, Whilst-, and Post-Teaching Activities) ,

Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students), dsb.

b. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)

Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. Di samping itu, pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas, tata letaknya, dan manajemen kelas.

Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:

a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization),

b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map),

c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms),

d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment),

e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews),

f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies), dsb.

c. Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students).

Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum, saat berlangsung, dan sesudah usai pembelajaran. Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati, dalam kurun waktu tertentu, mulai dari sebelum dilakukan tindakan, saat tindakan diimplementasikan, dan seusai tindakan.

Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK, antara lain:

Tes Diagnostik (Diagnostic Test) ,

a) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students),

b) Format Bayangan (Shadowing Form),

c) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students),

d) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart),

e) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons),

f) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory),

g) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection),

h) Sosiogram, dsb

Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud:

(1) Pedoman Pengamatan.

Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format, daftar cek), catatan lapangan, jurnal harian, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas, alat perekam elektronik, atau pemetaan kelas (cf. Mills, 2004: 19). Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya perilaku, aktivitas, dan proses lainnya. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif, kasus istimewa, atau untuk melukiskan suatu proses .

(2) Pedoman Wawancara

Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi, tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru, siswa, kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap, pendapat, atau wawasan .

Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal, wajar, dan peneliti berperan sebagai mitra. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang, dapat pula dilakukan secara bebas. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi.

(3) Angket atau kuesioner

Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali.

(4) Pedoman Pengkajian Data dokumen

Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir, silabus, hasil karya peserta didik, hasil karya guru, arsip, lembar kerja dll.

(5) Tes dan Asesmen Alternatif

Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan, sikap, bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. Tim PGSM, 1999; Sumarno, 1997; Mills, 2004).

Dalam Lampiran 3-17 dicontohkan beberapa macam instrumen yang dapat digunakan oleh peneliti (Chotimah dkk. 2005; Tim Biologi SMA Lab. UM 2005)

Instrumen ini dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan.

Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian, demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal, nilai peserta didik berkisar pada angka 50), maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

D. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian

Dalam PTK, perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter.

1. Analisis Data Penelitian.

Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi:

a. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi, triangulasi, atau jika memang perlu uji statistik);

b. interpretasi dengan acuan teori, menumbuhkan praktik, atau pendapat guru;

c. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas.

Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Misalnya, dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian bersama dengan dosen. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi, apa yang kemudian terjadi, mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan, apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan, dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut

2. Validasi hipotesis

Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis.

Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan, maka perlu dilakukan validasi. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. Validasi hipotesis tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi, triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. Saturasi, apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. Triangulasi, mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu, jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek, recek, dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif.

3. Interpretasi Data Penelitian

Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. Hal ini dilakukan dengan acuan teori, dibandingkan dengan pengalaman, praktik, atau penilaian dan pendapat guru. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria, norma, dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan.

4. Penyusunan Laporan Penelitian

Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I, dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan, hasil observasi kegiatan guru, observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data.

Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal.

Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi. Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2, termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1.

Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data), saturasi dan triangulasi.

E. Penutup

PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini, guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya.

Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan, kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. Saran lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian, artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas.

Di hadapan para bapak ibu dosen yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru maupun dosen sains seluruh Indonesia yang melaksanakan PTK.

Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu dosen dan guru tidak hanya sekedar melaksanakan, tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru dan dosen lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru dan dosen untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru dan dosen bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi, pengalaman, dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru dan dosen.

Akhir kata, saya ingatkan kembali bahwa profesi guru dan dosen adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus, karenanya setiap guru dan dosen harus selalu siap, mau, dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru dan dosen yang mau mengembangkan keprofesionalannya.

Daftar Rujukan

Chotimah, Husnul, dkk. 2005. “Laporan Koordinator Bidang Studi Biologi Semester II Tahun Pelajaran 2004-2005″. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang: SMA Laboratorium UM.

Depdikbud. 1999. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Jakarta: Depdikbud, Dirjen Dikdasmen, Dikmenum.

Mills, Geoffrey. 2003. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher. New Jersey: Prentice Hall.

Reed, A. J. S. & Bergermann, V.E. 1992. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. Connecticut: The Dushkin Publishing Group, Inc.

Stringer, Ernie. 2004. Action Research in Education. Columbus: Pearson, Menvi Prentice Hall.

Tim Biologi SMA Lab UM. 2005. “Jurnal Belajar Biologi Kelas X”. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Tim PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Proyek PGSM, Dikti.

About these ads

59 Tanggapan

  1. Dengan hormat,

    Ibu mohon kiranya bantuan saya unutk contoh saja Hasil Tindakan Kelas di suatu SMA,

    Terima kasih.

    Habsy

  2. Salam sejahtera,
    Dengan hormat, mohon bantuannya untuk diberikan contoh pelaksanaan dan hasil Implementasi Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Hal ini akan sangat berguna bagi saya pribadi khususnya dan sekolah pada umumnya.
    Terimakasih……..

  3. WAH … SENANG SEKALI SAYA MEMBACA PENJELASAN TENTANG PTK INI. SELAMA INI SAYA KEBINGUNGAN UNTUK MENGIMPLENTASIKAN PTK INI, WALAUPUN SAYA SUDAH MEMBACA BERBAGAI BUKU PETUNJUK, NAMUN PENJELASAN DI SINI SUDAH JELAS. TERIKASIH, SAYA MENUNGGU INFORMASI LAINNYA. APABILA BAPAK/IBI BERKENAN MENGIRIMKAN LANGSUNG KE E-MAIL SAYA, TENTU SAJA SAYA SANGAT SENANG. E-MAIL SAYA : tuti300756@yahoo.com.

  4. PTK sangat penting sekali bagi saya untuk meneliti sejauh mana kondidi anak di kelas

  5. [...] IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS [...]

  6. PTK sangat pentning bagi guru, dengan adanya PTK ini kami para guru sangat terbantu dan dapat menjadi pedoman bagi kami untuk mengadakakn penetian di kelas. Terima kasih banyak

  7. Dengan hormat,
    Tolong saya minta contoh proposal penelitian di sekolah dasar. yang relefan dengan kerakteristik anak kelas 3. kalau bisa pelajaran matematika atau ipa. Trimakasih babyak yah……
    semoga bantuannya hanya yang diatas membalasnya…
    kirim ke e-mail saya yah. maaf juga ngerepotin

  8. trima kasih pd ibu…
    saya minta penjelasan tentang cara membuat ptk yang baik
    beserta contohnya
    dan apabila ibu bersedia
    trimah kasih banyak

  9. trima kasih pd ibu…
    saya minta penjelasan tentang cara membuat ptk yang baik
    beserta contohnya untuk tingkat smp prog bahasa inggris
    dan apabila ibu bersedia
    trimah kasih banyak

  10. PTK merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan sehingga proses dan hasil pembelajaran sanantiasa dapat ditingkatkan dan guru terus berusahan memperbaiki kualitas pembelajarannya.

  11. tolong bantuin bikin proposal PTK Sains Kelas V semester II,terima kasih

  12. tolong saya bantuin contoh proposal PTK pelajaran pkn kls 9, terima kasih banyak

  13. Dengan hormat,
    Saya guru wiyata bakti di SD, karena masih belum banyak pengalaman mengajar jadi banyak masalah dalam pembelajaran di kelas, apakah saya diperkenankan melakukan PTK? Apakah ada sponsor yang mau membantu guru seperti saya seumpama mau menawarkan PTK?
    maaf boleh minta contoh proposal dan laporan ptk yang sudah jadi?
    Terima kasih Ibu.
    ini alamat email saya : khoirul_p2t@yahoo.co.id

  14. saya merasa senang dengan penjelasan ptk disini.apabila ada informasi baru mohon dihubungi di email saya.terima kasih

  15. salam,Tolong donk Kirim Contoh Makalah PTK SD Saya tunggu Yach, Makasi sebelumya Smoga kebaikannya dibalas oleh tuhan amin. Ke Emailku Mr.napsters@yahoo.com Wassalam

  16. Postingan yang menarik Bu…saya link boleh?

    Oh ya..ngomong2 PTK itu hanya cocok untuk perbaikan praktis, namun tidak tepat bila digunakan untuk pengembangan ilmu (teori), karena temuan penelitian tindakan kelas jelas tidak ilmiah…jadi harus hati-hati menyikapi kebenaran temuan PTK… apa dasar alasan saya mengatakan ini? Tidak cukup jika saya uraikan di sini, bisa dibaca pada baskoro1.blogspot.com.

    Thanks Bu
    Wassalam

  17. Terima kasih atas situs ini, sehingga saya bisa mengerjakan tugas dengan cepat.

  18. saya sangat senang dengan artikel ini. artikel IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS memberikan inspirasi positif bagi saya.
    saya sudah membaca beberapa karya ilmiah (laporan)tindakan kelas dari teman-teman saya yang kebanyakan hanya ganti sana ganti sini. sehingga hampir semua sama dan tidak bisa diperbandingkan.
    bolehkah saya meminta contoh proposal atau laporan PTK matematika sltp?
    hal ini sangat berarti bagi saya dan teman2 sejawat.
    terimakasih

  19. melihat uraian ini, saya jadi tertegun. apa mungkin guru melakukan PTK dengan sekaligus mengajarnya baik, ya? wong tugas ptknya seakan tidak memberi kesempatan untuk tugas lain (yakni: mengajar)
    atau dengan kata lain kalau guru pingin membuat laporan PTK yang baik, rasanya mengajarnya jadi tidak maksimal dan sebaliknya kalau ingin mengajar maksimal, kayaknya susah untuk untuk membuat laporan ptk yang baik. benar begitu???!!!

  20. wah…sy setuju dgn pendapat Bpk HAN Fuad…apa kira2 Pemerintah tdk terlalu berlebihan ya…dgn membuat peraturan yg sedemikian banyak (blm lgi PR Guru utk membuat silabus & RPP…manalagi ngurusin anak..hehehehehe) apa sempat ya…??? Memang sudh sepantasnya lah Gaji Guru dinaikkan, mengingat tugasnya sebagai “Pahlawan tanpa tanda Jasa”…Karena tdk mungkin Bpk SBY jadi Presiden, klau tdk dapat bimbingan dari SD dulu..ya..kan…???!!!

  21. saya sangat suka dengan artikel anda yang membahas tentang sekolah. mudah-mudahan artikel seperti ini dapat eksis di dunia maya.

  22. Wow…makasih bnget ya mbak…

  23. saya sangat senang dengan artikel ini,ibu mohon kiranya bantuan saya untuk contoh hasil penelitian tindakan kelas untuk SMK

  24. Beberapa contoh Laporan PTK dari berbagai mata pelajaan dan jenjang pendidikan dengan menggunakan berbagai metode ( Jigsaw, STAD, TGT, NHT, Role Play, GI, PBI, PBL, Permainan Ular Tangga, Permainan Dadu, Permainan Pasaan, Warung Pojok, Gender)

    • kalau anda punya bbrp contoh ptk tolong dikirimkan ke email saya khusunya ptk pkn sd glpbalisasi dan pengaruhnya metode role playing

  25. Wah saya senang sekali dapat membaca artikel ini
    saya seorang guru SD,
    sy sebenarnya kurang paham dengan membuat laporan PTK itu sendiri?

    apalagi saat ini saya sedang melanjutkan studi saya , dan saya sedang mendapatkan tugas tentang PTK itu sendiri jadi sya mohon bantuannya!

    Tolong dong dikirim ke Emailkku contoh Makalah PTK SD!
    trisna_sugar@yahoo.com

    Semoga Tuhan Menolong anda

  26. saya senang dengan artikel ini tentang PTK . saya suka hal ini. tapai saya ingin belajar membuat ptk denganmetode role play pada kelas 1 sd. Bagaimana caranya bu ?? terima kasih atas bantuan yang ibu berikan pada saya.

  27. Bu. Tolong kirimkan ke email saya contoh PTK kelas satu sd tentang penggunaan metode role play .
    Atas bantuan ibu dan guru-guru yang sudah memiliki
    saya ucapkan terima kasih banyak. Semoga Allah membalas budi baik ibu dan bapak guru semua . amin.

  28. boleh saya minta contoh skripsi tentang tindakan kelas. kalo ada kirim ke email saya, terimakasih,
    tatyhirarai@yahoo.co.id

  29. tolongin cariin makalah ptk sd kelas 4 sd untuk mama saya dong. aku dah berusaha nyari tapi ga’ ada

  30. tolong dong makalah ptk mtk sd untuk kelas 1,agar ada gambaran membuat ptk terimakasih

  31. klw boleh minta dong contoh ptk untuk mata pelajaran apa aja untuk sd. saya merasa kesulitan untuk menyusunnya, seandainya ibu sudi, mungkin bisa saya jadi contoh langkah-langkah pembuatannya. terima kasih,.

  32. Wa, andai menuang beberapa sampel ptk buat sd , dari berbagai mata pelajaran , terutama kajian pustakanya yang detail, trasa sangat membantu guru sd bu….. Makltm guru SD kastanya dibawah guru smp,sma apalagi dosen. Terkecuali guru sdnya perempuan no problem, kalo ini Duit jadi sangat tipis . Trims

  33. aku masih kurang jelas sebabbelum disertakan bagan alur pembuatan laporan PTK itu mungkin lebih bermanfaat bagi saya

  34. contoh PTK

  35. dengan hormat,
    Saya mohon bantuan Bapak/Ibu unutk mengirimkan solusi masalah saya. saya ingin menyususn PTK yang masalahnya bahwa anak masih teropsesi bahwa praktek kewirausahaan hanya indentik dengan dagang. kemudian saya mencoba mengembangkan model pembelajaran praktik dengan cara mengembangkan jiwa wirausaha anak. di sisni praktiknya bahwa siswa mempraktikkan kewirausahaan dengan kemampuan yang dimiliki. jika kemampuan yang dimiliki adalah keterampilan mengaji dengan cara mengajar mengaji/les mengaji, dan lain lain. pertanyaan saya bagaimana membuat masalah ini menjadi PTK. Mohon penjelasan dan contohnya. dan apa jurul terbaikknya.

  36. tolong dong kalau ada contoh karya ilmiah tentang penelitian kelas di postingin di sini atau kirim ke emailku saktitemen@yahoo.com

  37. [...] IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS Diarsipkan di bawah: 1 — pascaldaddy512 @ 1:17 am IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS [...]

  38. artike yg menarik

    trims

    best regards
    asiafun.info

  39. ya trim atas paparan ptknya, sangat bermanfaat bagi kami

  40. tlong gman cara download skripsi di internet………….?

  41. tolong untuk ptk smk pertanian berikan contoh dan gambarnya terima kasih

  42. pak tolong dikirim contoh proposal dan ptk dong pak !
    mungkin akan lebih baik buat pembelajaran saya

  43. bolehkah minta ptk pkn smp ? trim’s sebelumnya

  44. bolehkah minta ptk ips impelementasi pembelajaran kooperatif teknik STAD untuk sd ? trim’s sebelumnya

  45. bolehkah minta salah satu contoh hasil PTK PKN yang sudah Dalam penilaian

  46. Bagus. hanya saja perlu eaborasi dibagian teori penelitian pada bagian siklus. yang perlu dielaborasi bagaimana penerapan teori ke dalam materi/masalah penelitian, apakah teori dulu atau masalah dulu. terimakasih jwabannya. salam buat keluarga bapak. semoga tetap berkarya.

  47. minta tolong kirim ke email saya contoh format observasi aktivitas siswa di kelas sehubungan saya akan menulis penelitian tentang hubungan antara media pemb dengan peningkatan aktivitas siswa di kelas. sekali lagi mohon bantuanya mengirim semua format observasi
    Trimakasih. wassalam iyus rustandi guru sman 6 garut

  48. A insightful post there mate . Thank you for that !

  49. saya mau berbagi pengalaman melalui buku atau pelatihan PTK, terutama bagi teman-teman guru se-Indonesia, yg kesulitan membuat PTK, lihat situs web saya di http:/ptk-tidak-sulit.blogspot.com, dlm waktu singkat 2300 buku terjual. acara pelatihan 1. pkl 07.30 – 10.00 identifikasi masalah-masalah pembelajaran, menemukan tindakan-tindakan yg akan diterapkan, merumuskan judul minimal setiap peserta 20 judul. 10.30 sd 15.00 diselingi ishoma masing-masing peserta menyelesaikan satu proposal sesuai dg judul yg dipilihnya, diantara 20 judul yg sudah dibuat, shingga dihasilkan proposal ptk masing-masing peserta berbeda-beda) (minus bab I,II,III). pkl. 15.30 – 17.00 membuat ceklis tindakan dan ujicoba penerapan ceklis tindakan ( minus bab IV), diteruskan ttg info bab v. saya sdh menerapkannya dan berhasil. semua bisa, semua bisa PTK, mau apalagi…..

  50. makasih banget buat artikel PTK nya. ngebantu banget buat sy yg lg butuh contoh2 proposal PTK PKN..

  51. Mohon bantu sya ntuk membwat judul ntuk proposal PTK…THx

  52. trims karya tulisnya semoga menjadi motivasi

  53. boleh kirimkan lewat email contoh ptk pai smp metode jigsaw?
    di kirim ke
    fikri_iza@yahoo.com

  54. tolong biza bantu saya buat contoh penelitian tindakan kelas untuk sd
    saya mohon bantuan terimakasih

  55. Saya senang dengan artikel ini tentang PTK . saya suka hal ini, saya ingin belajar membuat ptk denganmetode jigsaw pada kelas IX SMA mata Pelajaran PKn . Bagaimana caranya bu ?? terima kasih atas bantuan yang ibu berikan pada saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: