Concept Sentence

Siswa dibentuk kelompok
heterogen dan membuat
kalimat dengan minimal 4
kata kunci sesuai materi
yang disajikan. Langkah-
langkah: 1. Guru
menyampaikan tujuan. 2.
Guru menyajikan materi
secukupnya. 3. Guru
membentuk kelompok yang
anggotanya kurang lebih 4
orang secara heterogen.
4. Menyajikan beberapa
kata kunci sesuai materi/
tpk yang disajikan. 5. Tiap
kelompok disuruh membuat
beberapa kalimat dengan
menggunakan minimal 4
kata kunci setiap kalimat.
6. Hasil diskusi kelompok
didiskusikan lagi secara
pleno yang dipandu guru.
7. Kesimpulan. Kelebihan:
1. Lebih memahami kata
kunci dari materi pokok
pelajaran. 2. Siswa yang
lebih pandai mengajari
siswa yang kurang pandai.
Kekurangan: 1. Hanya
untuk mata

Tebak Kata

Metode ini menggunakan
kartu yaitu kartu ukuran 10
x 10 cm dan diisi ciri-ciri
kata lainnya yang
mengarah pada jawaban,
yang kedua kartu ukuran 5
x 2 cm untuk menulis kata /
istilah yang mau ditebak.
Langkah-langkah: 1.
Jelaskan materi beberapa
menit. 2. Suruh siswa
berdiri di depan kelas dan
berpasangan. 3. Seorang
siswa diberi kartu yang
berukuran 10 x 10 cm yang
nanti dibacakan pada
pasangannya. Seorang
siswa lainnya diberi kartu
berukuran 5 x 2 cm yang
isinya tidak boleh dibaca
(dilipat) kemudian
ditempelkan di dahi atau
diselipkan di telinga. 4.
Sementara siswa membawa
kartu 10 x 10 cm
membacakan kata-kata
yang tertulis di dalamnya
sementara pasangannya
menebak apa yang

Make – A Match (Mencari Pasangan)

Siswa disuruh untuk
mencari pasangan kartu
yang merupakan jawaban /
soal sebelum batas
waktunya, yang dapat
mencocokkan kartunya
diberi poin. Langkah-
langkah: Guru menyiapkan
beberapa kartu yang berisi
beberapa konsep atau
topik yang cocok untuk sesi
review, sebaliknya satu
bagian kartu soal dan
bagian lainnya kartu
jawaban. Setiap siswa
mendapat satu buah kartu.
Tiap siswa memikirkan
jawaban / soal dari kartu
yang dipegang. Setiap
siswa mencari pasangan
yang mempunyai kartu
yang cocok dengan
kartunya (soal jawaban).
Setiap siswa yang dapat
mencocokkan kartunya
sebelum batas waktu diberi
poin. Setelah satu babak
kartu dikocok lagi agar tiap
siswa mendapat kartu yang
berbeda dari sebelumnya.
Demikian seterusnya.
Kesimpulan. Penutup.
Kelebihan: Melatih untuk
ketelitian

Anak Malas Belajar

Oleh Martina Rini S. Tasmin, SPsi.
Pada artikel ini akan dibahas mengenai anak belajar. Anak usia sekolah tentunya perlu untuk belajar, entah mengulang kembali pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (pr) ataupun mempelajari hal-hal lain di luar pelajaran sekolah. Pentingnya belajar tanpa harus dibicarakan panjang lebar pasti sudah disadari oleh seluruh orangtua.
Keluhan [...]

Bahan Ajar

Pengertian Bahan Ajar •
Bahan ajar merupakan
informasi, alat dan teks
yang diperlukan
guru/instruktur untuk
perencanaan dan
penelaahan implementasi
pembelajaran. • Bahan ajar
adalah segala bentuk
bahan yang digunakan
untuk membantu guru/
instruktur dalam
melaksanakan kegiatan
belajar mengajar di kelas.
Bahan yang dimaksud bisa
berupa bahan tertulis
maupun bahan tidak
tertulis. (National Center
for Vocational Education
Research Ltd/National
Center for Competency
Based Training). • Bahan
ajar adalah seperangkat
materi yang disusun secara
sistematis baik tertulis
maupun tidak sehingga
tercipta
lingkungan/suasana yang
memungkinkan siswa untuk
belajar. Bentuk Bahan Ajar
• Bahan cetak seperti:
hand out, buku, modul,
lembar kerja siswa, brosur,
leaflet, wallchart, • Audio
Visual
seperti:video/film,VCD •

Silabus KTSP SD / MI

Tahun 2006 merupakan
tahun yang direncanakan
akan disosialisasikannya
pemberlakuan Kurikulum
Berdasar Standar Isi 2006.
Dengan disosialisasikannya
Kurikulum tersebut
diharapkan dapat
mempersiapkan peserta
didik yang terampil dan
memiliki standar kompetensi
tinggi sehingga menjadi
warga negara yang
profesional dan memiliki
komitmen kuat serta
konsisten untuk
membangun dan
mempertahankan Negara
Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) dalam
persaingan global.
Komitmen yang kuat dan
konsisten terhadap prinsip
dan semangat kebangsaan
dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara dang
berdasarkan pada
Pancasila dan Konstitusi
Negara Indonesia akan
terwujud apabila
dibelajarkan secara terus
menerus dengan
mengedepankan
peningkatan pengetahuan,
sikap dan keterampilan
peserta didik melalui
pemahaman penghayatan
dan aplikasi dalam
kehidupan di sekolah,
keluarga dan masyarakat.
Dalam mempersiapkan
peserta didik untuk menjadi
warga negara
sebagaimana

Kurikulum Berdasarkan Standar Isi 2006 SD / MI

Tahun 2006 merupakan
tahun yang direncanakan
akan disosialisasikannya
pemberlakuan Kurikulum
Berdasar Standar Isi 2006.
Dengan disosialisasikannya
Kurikulum tersebut
diharapkan dapat
mempersiapkan peserta
didik yang terampil dan
memiliki standar kompetensi
tinggi sehingga menjadi
warga negara yang
profesional dan memiliki
komitmen kuat serta
konsisten untuk
membangun dan
mempertahankan Negara
Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) dalam
persaingan global.
Komitmen yang kuat dan
konsisten terhadap prinsip
dan semangat kebangsaan
dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara dang
berdasarkan pada
Pancasila dan Konstitusi
Negara Indonesia akan
terwujud apabila
dibelajarkan secara terus
menerus dengan
mengedepankan
peningkatan pengetahuan,
sikap dan keterampilan
peserta didik melalui
pemahaman penghayatan
dan aplikasi dalam
kehidupan di sekolah,
keluarga dan masyarakat.
Dalam mempersiapkan
peserta didik untuk menjadi
warga negara
sebagaimana

Metode Diskusi

1. Metode Diskusi Metode
diskusi adalah suatu cara
mengajar yang dicirikan
oleh suatu keterikatan
pada suatu topik atau
pokok pernyataan atau
problem dimana para
peserta diskusi dengan
jujur berusaha untuk
mencapai atau memperoleh
suatu keputusan atau
pendapat yang disepakati
bersama. Diskusi sebagai
metode pembelajaran lebih
cocok dan diperlukan
apabila guru hendak: a.
memanfaatkan berbagai
kemampuan yang ada pada
siswa b. memberi
kesempatan pada siswa
untuk mengeluarkan
kemampuannya c.
mendapatkan balikan dari
siswa apakah tujuan telah
tercapai d. membantu
siswa belajar berpikir
secara kritis e. membantu
siswa belajar menilai
kemampuan dan peranan
diri sendiri maupun teman-
teman f. membantu siswa
menyadari dan mampu
merumuskan berbagai
masalah sendiri maupun
dari pelajaran sekolah g.
mengembangkan motivasi

Metode Inquiry

Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah, kreatif, intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri, menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama, tidak semua materi pelajaran mengandung masalah, memerlukan perencanaan yang teratur dan matang, dan tidak efektif jika terdapat [...]

Norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia

Norma-norma yang berlaku
pada masyarakat
Indonesia? Dalam
pergaulanhidup di
masyarakat terdapat 4
macam norma atau kaidah,
yaitu: 1) Norma agama,
yaitu peraturanhidup yang
diterima sebagai perintah-
perintah, larangan-
larangan dan anjuran-
anjuran yang berasal dari
Tuhan. Contoh: tidak boleh
minum-minuman keras,
berbuat
maksiat,mengkonsumsi
madat, dan lain-lain. 2)
Norma kesusilaan, yaitu
peraturan hidup yang
dianggapsebagai suara hati
nurani manusia atau
datang melalui suarabatin
yang diakuidan diinsyafi
oleh setiap orang sebagai
pedoman dalam bersikap
dan berbuat. Contoh:
seorang anak durhaka
terhadap orangtuanya. 3)
Norma kesopanan, yaitu
peraturan hidup yang
timbul dari
pergaulansegolongan
manusia yang diikuti dan
ditaati sebagai pedoman
yang mengatur tingkah
laku manusia terhadap
lingkungan sekitarnya
(misalnya: orang muda
harus menghormati yang